" Abang langsung pergi bareng pak Yono ya,Afila jangan lupa kunci rumah dan jangan ada keluar dari rumah sebelum abang pulang." Nasehat Nanda pada Afila yang masih berdiri di depan pintu rumah dengan baju tidurnya.
" Jangan lama-lama,pokonya jangan lama." Ujar Afila keberatan.
Nanda mengangguk," kalau Afila udah ngantuk tidur aja duluan,jangan nungguin abang."
" Iya," sahut Afila singkat dan menutup pintu.
" Ada apa-apa telvon abang ya," Nanda sedikit berteriak karena pintu rumah sudah tertutup.
" Telvon - telvon,baru balik juga udah di tinggal lagi." Afila mengoceh sendiri setelah mendengar ucapan Nanda barusan,ia langsung masuk ke kamar untuk beristirahat.
Fikirannya sibuk dengan ucapan Husna tadi akan kehamilan kakak iparnya,tatapan Afila menerawang jauh pada langit-langit kamar.Tanpa ia sadari tangannya mengusap perut ratanya.
" Kapan ya," ujarnya pelan.
Dering pesan masuk membuat Afila mengalihkan tatapannya dari langit-langit kamar,ia langsung mengambil handphone yang tidak jauh darinya.
Abang❤
Udah tidur istri abang?
Afila tertawa pelan setelah membaca pesan masuk dari suaminya,hal seperti ini memang sudah tidak asing lagi untuk mereka,keromantisan Nanda selalu ia dapatkan ketika ia berada jauh,semisal sedang berada di kantor atau lelaki itu sedang berkumpul dengan teman-teman kantornya dan Afila memilih di rumah.
setelah membalas pesan masuk dari Nanda,perutnya tiba-tiba terasa sakit membuat Afila buru-buru mengambil obat yang biasa ia simpan di laci.
Nanda yang tengah sibuk ikut dalam rapat pencalonan diri sebagai lurah menyempatkan untuk melihat handphone yang di saku.Ada beberapa pesan masuk dan salahsatunya dari Afila.
Wife
Rindu ya? tapi di tinggalin,Afila tidur duluan,abang minta peluk bantal aja ntar.
Senyum Nanda menghiasi bibir setelah membaca balasan pesan yang tadi ia kirim,tanpa membalas lagi Nanda melanjutkan rapat yang sempat tertunda.
" Apa untuk visi dan misi bapak Nanda besok sebagai calon lurah?" tanya Yono pada Nanda yang duduk tidak jauh darinya.
" Yang pastinya saya akan banyak melakukan perubahan untuk kompleks perumahan ini,dari segi pembangunan sekitar dan sistem kinerja juga akan saya perbaharui,menciptakan lapangan pekerjaan,dan tidak perlu merasa rendah diri untuk bertemu saya langsung jika membutuhkan pekerjaan,nanti akan saya bantu untuk bisa masuk di perusahaan saya." Jelas Nanda seperti biasa,jiwa kepemimpinan sudah terlihat sejak masa sekolah menengah atas.
" Luarbiasa bapak Nanda,memiliki jiwa pemimpin yang baik dan sudah menjadi pengusaha sukses pula." Sahut salah satu peserta rapat yang tak lain adalah Team sukses Nanda untuk memenangkan posisinya sebagai lurah.
" Pantas saja istrinya cantik sekali juga baik,kalau pak Nanda ini masih sendiri sudah saya jodohin dengan anak saya." Sambung pak Yono pada Nanda yang hanya bisa tersenyum.
" Terimakasih pak,istri saya yang sekarang itu juga bertemu di jodohkan oleh orangtua.Memang benar adanya dia pilihan orang tua saya,dan itu selalu baik untuk hidup saya."
" Istri bapak tidak keberatan kan bapak nanda sebagai calon lurah di sini."
Nanda tertawa pelan," sedikit keberatan pak.Istri saya masih belum mau jadi ibu lurah katanya,karena masih muda dan belum pantes."
" Pasti bisa kalau udah biasa,kalau begitu besok kita mulai untuk sosialisasi di kompleks pak,semua saya serahkan pada pak Nanda bagaimana baiknya untuk waktu memperkenalkan diri bapak pada masyarakat sekitar."
" Sore saja bagaimana? saya pagi juga harus ngantor sebentar."
" Bisa saja pak,lagipula sore itu sudah waktunya warga kembali dari aktivitas mereka,jangan lupa gandeng istri bapak juga."
Nanda mengangguk tanda mengerti," kalau begitu rapat kita malam ini berakhir dan akan di lanjutkan besok di acara sosialisasi."
Peserta rapat mengangguk dan bubar meninggalkan ruangan,namun masih ada juga yang menikmati perbincangan mereka.
" Tidak perlu ambil pusing pak dengan calon yang di sebelah,bisa kita pastikan persiapan dari team kita lebih bagus." Ujar lelaki separuh baya itu bernama Alex.
" Saya sama sekali tidak ambil pusing,walau ini persaingan namun saya lebih suka bersaing secara baik dan sehat.Menang kalah biasa pak." Jawab Nanda tenang.
" Bagaimanapun kita harus berusaha melangkah baik agar hasilnya baik kembali," sambung pak Yono menghisap rokoknya." Pak Nanda merokok?" lelaki itu menyodorkan bungkusan di hadapan Nanda.
" Maaf,saya tidak merokok pak." Tolak Nanda halus.
" Enggak di bolehin istri ya pak?"
" Iya,istri saya paling wanti-wanti kalau saya merokok.Dia sudah takut duluan," jawab Nanda dengan tertawa.
" Bagus itu pak,kalau saya ini sudah kecanduan makanya sulit untuk berhenti merokok.Ya walaupun sudah berkurang tidak seperti masa muda dulunya seperti pak Nanda juga saya sudah punya anak Empat jadi udah aman,pak Nanda gimana?"
" Masih menunggu di beri kepercayaan," Nanda melihat jam yang berada di tangan " ini sudah larut malam,saya pamit pulang duluan ya pak."
" Iya silahkan,"
Nanda langsung keluar dari ruangan dan langsung menuju ke mobilnya untuk pulang ke rumah.
LYMS
Nanda membuka pintu kamar,matanya langsung menatap tubuh istrinya yang sudah terlelap dengan tertutupi selimut.Ia menghampiri Afila dan mencium kening perempuan itu,memastikan tubuh Afila yang sudah berkeringat.
" Fila sakit?" gumam Nanda memperhatikan wajah Afila yang sudah pucat.
Menyadari tangan Nanda berada di keningnya,Afila membuka mata dan langsung melihat sosok suaminya di sebelah.
" Abang baru pulang? mau Afila buatin apa?" tanyanya langsung bangun dari tidur,namun di tahan oleh Nanda agar Afila tetap berbaring di atas tempat tidur.
" Afila istirahat aja abang nggak mau kamu capek,abang bisa sendiri kok." Jawab Nanda mengganti kemejanya dengan kaos longgar untuk tidur.
" Afila nggak kecapean kok,abang jangan khawatir gitu deh."
" Afila kalau sakit bilang ke abang ya,barusan tadi badan keringetan gitu.Abang nggak bisa enggak khawatir kalau kamu kayak gini,abang ke Apotek dulu deh." Ujar Nanda meneguk segelas air putih yang ada di meja kamar.
" Udah romantis kok abang,Fila beneran gapapa,keringet sehat juga." Afila memeluk Nanda yang sudah berada di atas tempat tidur.
" Beneran? nggak bohong kan?"
Afila menggeleng," enggak."
" Tadi pak Yono nanyain abang udah punya calon buah hati belum."
" Terus abang jawab apa?"
" Masih di tungguin,benerkan?"
Afila mengangguk." Makanya abang jangan sibuk terus,nggak ada waktu ketemu sama Afila."
" Saatnya bertemu si kecil," Nanda memeluk erat tubuh Afila.
" Maksudnya?abang Afila serius lho." Afila memukul lengan Nanda.
" Abang serius lho,sayang aja yang bercanda."
Afila tertawa,menghindar dari pelukan Nanda walaupun ia tidak berhasil.
bahagianya memilikimu....
yang selalu menyelipkan tawa di setiap kebersamaan.