Tiga hari kemudian. “Lho, kamu mau kemana, Ro? Kok memasukkan pakaian ke dalam koper?” tanya Agnes dengan tatapan menyelidik. “Ada pertemuan mendadak di luar kota. Karena tidak ada Wilson, aku hampir saja lupa. Karena itu terkesan mendadak,” jawab Roger tanpa menoleh. Terus memasukkan pakaian ke dalam koper. Agnes mengambil duduk di tepi tempat tidur. Pandangan tetap tertuju pada Roger yang tampak sibuk. “Luar kotanya dimana?” “Di Bali," jawab Roger tanpa merasa khawatir Agnes akan curiga. Kedua alis Agnes langsung bergerak ke atas. “Bali?” “Hum.” “Wah, apakah aku boleh ikut tidak?” “Ini pertemuan bisnis. Aku bukan mau holiday. Tentu saja kamu tidak boleh ikut.” “Aku tau kamu bukan mau holiday, tapi kan bukan berarti aku tidak boleh ikut. Aku janji tidak akan ganggu kamu. Aku akan

