“Tidak bisa. Aku tidak bisa,” jawab Najma tanpa menoleh. Wilson menatap punggung Najma dengan tatapan kecewa. “Kenapa?” “E… aku sudah ada janji dengan Pak Frans hari minggu ini.” Wilson menyipitkan pandang. “Kamu bukan mau bilang bahwa kalian ada hubungan bukan?” Najma menggeleng. “Tidak ada. Putranya sangat ingin bertemu denganku. Entah mengapa aku tidak bisa mengabaikannya. Kasihan.” “O….” “Aku pergi.” Najma melangkah kembali. Kali ini tanpa berhenti lagi. *** “Apa kata Najma? Apakah dia mau meluangkan waktu untuk bertemu denganku?” tanya Roger begitu masuk ke dalam mobil. Wilson melirik sekilas Roger lewat kaca tengah. “Dia sudah terlanjur punya janji hari minggu ini, tuan.” Mata Roger melebar. “Janji? Dengan siapa? Apakah dengan teman-temannya?” Wilson menelan saliva. Takut

