Bab 51

1284 Words

Lima Tahun Kemudian “Kosongkan jadwalku besok.” Najma terhenyak. “Tapi pak besok anda _” “Besok presdir dari pusat datang. Petinggi perusahaan akan mengadakan pertemuan dengan beliau.” “Oh, baiklah. Ada lagi, pak?” “Tidak ada lagi.” “Kalau begitu saya permisi, pak.” Najma hendak berbalik ketika Frans memanggilnya lagi. “Najma?” “Ya pak.” “Jonatan menanyaimu terus. Katanya dia merindukan kamu.” Najma membisu. Jonatan adalah putra semata wayang Frans yang dekat dengannya. Kebiasaan Najma dekat dengan anak-anak panti membuat setiap anak kecil yang bertemu dengannya bisa langsung dekat dan lengket walaupun dia tidak ada niatan untuk membuat anak-anak lengket dengannnya. Frans menatap Najma lekat dengan tatapan penuh rasa ketertarikan. “Kapan kita bisa jalan bersama?” “E….” Najma bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD