" Jawab pertanyaanku, JASMINE PRATIWI!!" Jasmine tak tau harus menjawab seperti apa saat bibirnya nyaris tak bisa bergerak akibat rasa takut yang terlalu mendominasi. Gadis bersenyum kotak itu hanya mampu meneguk ludah kasar, bibirnya terbuka sangsi dan bergetar tak menentu tepat saat kepala Aditya jatuh di atas pundaknya. Membuat Jasmine tergerak untuk mengintip sedikit, menemukan Aditya yang sudah memejamkan matanya. Sepertinya mabuk pria itu benar-benar parah. Perlahan Jasmine mengukir senyum misterius, sebelah tangan terangkat untuk mengelus surai Aditya yang lembut. Meresapi dalam-dalam kehangatan dari sahabat yang dicintainya, yang sudah memutuskan hubungan persahabatan mereka sejak mereka berdua menginjakkan kaki di sekolah ini setahun yang lalu. Jasmine bersandar di dinding, mem

