Support

1805 Words

“Reya, mulutnya kalau ngomong pinter banget, ya?” tegur Alan, yang seketika membuat Reya bungkam dan merutuki dirinya yang telah berkata sevulgar itu. Clara dan Lala yang melihat temannya mendapatkan teguran dari Pak Alan—pun hanya bisa diam sambil menahan tawa mereka. Reya yang merasa ditertawakan oleh kedua temannya itu tampak menatap mereka dengan lirikan tajam. Tak lama kemudian, Alan terdengar berdehem keras. Pria itu lantas menarik Reya untuk lebih mendekat dengannya. “Kami menikah karena dijodohkan oleh kedua orang tua kami,” tutur Alan, mulai menjelaskan. “Orang tua saya dan orang tua Reya dulunya adalah sahabat akrab seperti kalian sama Reya saat ini,” terangnya. “Dan karena kedua orang tua kami ingin menjalin hubungan silaturahmi yang lebih dekat lagi, mereka akhirnya memutu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD