“Reya.” Panggilan dari luar rumah itu terus terdengar. Bahkan, ketukan pintu dan bunyi bel tak lepas dari pendengaran Reya dan Alan. Si empunya nama pun tampak menatap suaminya, yang kini tengah memandangi pintu rumah mereka dalam keheningan. “Itu bukan Sean,” kata Alan. “Mereka temen-temen kamu,” imbuhnya. “Iya, itu suara Clara,” ujar Reya, membenarkan perkataan suaminya. “Ya udah kamu buka aja pintunya. Kasihan mereka, di luar juga lagi hujan deres,” suruh Alan. “Tapi kalau mereka masuk, mereka bakalan tahu kalau aku tinggal sama kamu, Mas,” tutur Reya, yang seketika itu membuat kening Alan berkerut heran. “Loh, emangnya kenapa kalau mereka tahu kita tinggal bareng? Bukannya tadi kamu udah ambil keputusan kalau kamu bakalan ungkapin pernikahan kita ke semua orang?” tanya Alan. Rey

