“Kamu masak apa?” tanya Alan, yang baru saja turun dari lantai atas. “Aku bisanya buat ini,” kata Reya sembari menunjuk dua piring nasi goreng dengan topping yang berbeda dari hari kemarin. “Nasi goreng lagi?” “Maaf,” lirih Reya, kepalanya mulai menunduk perlahan “Nanti aku bakal usahain buat belajar masak lagi biar Mas enggak bosen makan nasi goreng terus,” imbuhnya. Alan tersenyum tipis mendengar penuturan istrinya itu. Ia merasa haru dengan sikap Reya yang semakin hari kian berubah menjadi istri yang patuh dan berbakti padanya. Alan pun merasa seperti ada secercah harapan yang kini tengah menggores rumah tangganya. “Jangan dipaksain,” kata Alan. “Aku enggak mau nuntut kamu buat bisa masak enak atau bisa masak apa pun. Aku juga enggak mau nuntut kamu buat bisa jadi is

