Perubahan

1008 Words

Taksi yang Sean tumpangi tampak berhenti di depan rumah Reya. Sean pun kemudian melangkah keluar dari dalam taksi tersebut—usai meminta sopir taksi itu untuk menunggunya sejenak. “Reya,” panggil Sean sambil sesekali menekan bel rumah dan juga mengetuk pintu rumah tersebut. “Sayang,” panggilnya lagi saat Reya tak kunjung membukakan pintu untuknya. Namun, beberapa kali Sean mengetuk pintunya, pria itu masih juga belum mendapatkan tanggapan dari dalam sana. “Apa dia udah tidur, ya?” terka Sean. Pria itu kemudian menghela napasnya pelan, ia tampak menggaruk tengkuknya sesaat, sebelum kemudian Sean terlihat berbalik dan kembali ke mobilnya tanpa mendapatkan ponselnya kembali. “Enggak jadi ambil handphone-nya, Mas?” tanya si sopir taksi saat Sean kembali masuk ke dalam mobilnya. “Enggak, M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD