“Ya, enggak pa-pa. Soalnya tadi pas di ruangan Bapak, saya kayak merasakan ada keserasian di antara kalian,” kata Reya. “Pak Alan, kalau misal Bapak enggak dijodohin sama saya, apa ada kemungkinan Pak Alan bakal nikah sama Bu Resti?” Alan seketika itu menatap ke arah Reya lekat. “Maksud kamu?” tanyanya. “Enggak, enggak ada maksud apa-apa. Saya cuma ngerasa Pak Alan sama Bu Resti keliatan cocok aja,” terang Reya. “Cocok?” Kening Alan tampak berkerut. Pria itu kemudian melangkah maju mendekati Reya setelah ia mengenakan kaos putih polosnya. “Kamu ... jangan bilang kamu ngintip ruangan saya, ya?” tuding Alan. “Ngintip ruangan Bapak? Ya enggak mungkin lah. Kayak orang kurang kerjaan aja,” tukas Reya sembari mengalihkan pandangannya dari suaminya itu. “Terus kenapa tiba-tib

