Kecupan Rindu

1699 Words

“Kamu itu mandi atau meditasi?” tanya Alan, ketika Reya baru saja keluar dari dalam kamar mandi, setelah hampir satu jam lamanya ia menunggu perempuan itu keluar dari dalam sana.   Reya yang sedang mengeringkan rambutnya pun tampak terkejut melihat sang suami yang entah bagaimana tiba-tiba sudah berada di depan matanya. Perempuan itu bahkan sampai memekik saking kagetnya dengan kehadiran sosok Alan.   “Pak Alan ...,” cicit Reya, tangannya sudah bergerak mencengkeram kuat handuk mandinya, mengantisipasi kalau nasib sial mungkin saja menimpanya, misal seperti handuknya yang tiba-tiba terjatuh di hadapan pria itu. Reya sungguh tidak mengharapkan hal seperti itu terjadi, karenanya ia mengantisipasi hal tersebut dengan mencengkeram kuat handuk yang menutupi sebatas p*hanya itu.   “Bapak k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD