Move On

1296 Words

Pernikahan. Dulu, aku tidak pernah berpikir kalau aku akan menikah secepat ini. Karena bagiku, menikah adalah titik awal menuju pendewasaan yang dipaksakan. Ada banyak tanggung jawab dan kewajiban yang harus diemban tanpa adanya celah kebebasan. Belum lagi jikalau ada masalah yang menimpa akibat kurangnya keterbukaan. Hingga pada akhirnya, kata cerai bisa menyapa kedua insan. Sungguh, dulu aku selalu berpikir bahwa ... menikah itu tidak seindah yang anak muda bayangkan.   Namun, setelah kata ‘sah’ terurai dalam mahligai rumah tanggaku dengan Mas Alan. Aku lantas sadar bahwa—menikah memang tak indah, tapi, menikah tak se-menakutkan yang wanita karier pikirkan.   Reya tersenyum, ia tengah melamun di taman kampus sembari menatap ke arah gedung tempat di mana ruangan Alan berada.   Aku m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD