18. Cuek

1124 Words

Helva berdiri di sisi jalan, berteduh di bawah halte dari gerimis yang turun menyiram Bumi. Dia menunduk, memainkan kakinya, mengetuk etuknya pada trotoar. Tidak ada cahaya lembut dari senja. Alih-alih duduk di kursi halte, Helva malah berdiri, membiarkan air membasahi dirinya. Hingga sebuah mobil hitam mewah berhenti tepat di depannya. Kaca mobil itu diturunkan. Daniel muncul dengan raut wajah tak bersahabat. “Masuklah.” Dia memerintah dengan nada dingin. Untung saja di halte itu tidak ada siapapun. Menuruti Daniel. Helva masuk ke mobil dan duduk di kursi samping kemudi. Tidak banyak kata, tak juga bertanya, Daniel kembali melakukan mobilnya. Di dalamnya hanya saling diam. Helva dengan pikirannya, Daniel dengan kemarahannya. “Turunlah. Kau harus ganti baju,” suara itu berkata, berat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD