13. Satu Permintaan

1116 Words

Malam itu udara terasa lebih lembut. Langit kota menggelap sempurna, namun taman belakang rumah keluarga Wilder justru bersinar remang dalam balutan cahaya lampu taman dan aroma mawar yang baru saja mekar. Helva duduk di bangku kayu dekat kolam kecil, tangannya memeluk lutut, dan sesekali mengusap lengannya yang terkena angin malam. Dia mengenakan sweater abu-abu yang terlalu besar untuk tubuh mungilnya. Sweater Daniel. Langkah kaki mendekat membuatnya menoleh. Daniel berjalan pelan, satu tangan menyelip di saku celana, wajahnya lebih lembut dari biasanya. “Kau kedinginan?” tanyanya, berdiri di depannya. Helva menggeleng pelan. “Tidak terlalu.” Daniel duduk di sampingnya. Lama mereka tak bicara, hanya menikmati keheningan malam yang nyaman. “Aku tak tahu drama seperti ini akan terja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD