29. Suatu Rahasia

1228 Words

Pintu lift terbuka dengan suara denting halus. Helva masih memalingkan wajah, malas menatap Daniel yang berdiri tepat di sebelahnya. “Tunggu, ini lantai,” gumamnya sambil melihat angka di atas pintu lift. “Lantai 9? Ini bukan lantaimu.” Daniel hanya tersenyum kecil, melangkah lebih dulu keluar dari lift. “Bukan lantai apartemenku, tapi ini masih satu gedung. Ayo.” Helva mengerutkan dahi, menahan langkahnya di ambang pintu lift. “Kau bercanda? Ini, rumah Kak Emery?” Daniel menoleh setengah. “Kau pikir aku akan menculikmu?” Helva berdecak, lalu mengikuti dari belakang, membawa kantong belanjaan yang penuh buah dan bahan makanan. Jantungnya berdebar. Sudah lama sejak terakhir kali dia bertemu Emery. Ada kerinduan, sekaligus rasa bersalah yang belum dia pahami benar. Daniel berhenti di d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD