28. Marry Me, Helva?

1121 Words

“Sudah siap?” Alby mengintip Helva yang masih berkutat di mejanya, menyiapkan banyak pertanyaan untuk Emery. Gadis itu mendongak lantas mengangguk. “Tentu. Ayo pergi,” katanya seraya membereskan meja. Jam pulang kerja sudah usai. Hanya tinggal mereka di sana. Sang bos sepertinya masih sibuk. “Oleh pamit lebih dulu?” tanya Helva begitu berdiri dari duduknya dan melirik pintu ruangan Daniel yang tertutup rapat. “Iya, boleh,” sahut Alby dan pergi lebih dulu ke ruangan Daniel itu. Ketukan pintu membuat Daniel yang tengah asyik menganalisis tender, mengangkat wajah dan muncullah dua orang bawahnya. “Kami permisi, Pak Direktur,” ucap Helva sesopan mungkin. Walau jam pulang kerja sudah lewat setengah jam lalu, seharusnya Helva mode kekasih. “Kalian akan pergi bersama?” tanya Daniel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD