27. Penemuan

1238 Words

Helva kebingungan. Berapa kali dia memastikan, semuanya tetap sama. Ada apa itu pikirnya. Tapi dia tidak mungkin memberi tahu Daniel untuk saat ini, bulan? “Bagaimana ini?” Pikirannya. Tapi dia memindahkan analis itu dalam sebuah flashdisk baru yang dia beli tadi dalam perjalanan. Dia mengamankannya. “Helva, sudah jam tujuh malam. Mau aku antar pulang?” Daniel menyembul dari balik pintu ruangannya. Tapi Helva buru-buru menutup laptop dan memaksakan senyum. “Sebentar lagi. Aku selesaikan laporan dulu.” Daniel menatapnya lama, lalu mengangguk dan kembali masuk ke ruangannya. Tapi detik itu juga, Helva merasa napasnya berat. Ada yang salah. Dan ini bukan masalah sepele. Dia menghela napas. Rasa bingungnya tergambar di wajah. Untung saja Alby sudah pulang, dan Daniel masih sibuk di ruan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD