“Kau belum sarapan, kan? Aku bawa sesuatu dari rumah. Ayo sarapan dengan aku?” tawar Helva. “Boleh. Kebetulan lapar sekali. Kau pun penyelamat aku, Helva.” Mereka lantas tertawa. Duduk di salah satu spot taman rumah sakit, Helva dan Alora menikmati sarapan yang Helva bawa. Matahari mulai bersinar terang, cahayanya menghangatkan pribumi. “Na, ada acara reuni bulan depan. Kau akan ikut, kan kali ini?” Alora bertanya sambil menyuapkan makanan ke mulutnya. “Hm. Entah. Selama ini aku belum pernah ikut,” jawabnya tak yakin. “Iya, sih. Jadi kalo gitu, ayo ikut aja. Sesekali ketemu teman lama itu menegangkan. Lagi pula, kita hanya hadir, say hi, halo, basa basi, lalu makan. Itu saja,” kata Alora. “Jangan lupa juga, kerja apa, udah nikah belum, gandengan mana, anaknya berapa, gajimu ber

