Berhari – hari Krisna mempersiapkan dirinya, entah itu benar atau tidak perihal memotong sebelah alis, apakah memang mitos atau fakta, jawabannya hanya nanti ketika alis Krisna benar - benar di potong, Ijam selama tinggal bersama Krisna pun terus menerus mencari artikel – artikel yang mendukung opini Ijam, agar Ijam Semakin mantap dengan idenya tersebut.
Krisna masih dalam pilihan sulit, pilihannya antara dua, mementingkan diri sendiri atau mementingkan keluarga.
“ Jam Aku mau bertanya sekali lagi?, Apa ini akan berhasil.” Tanya Krisna.
“ Mudah – mudahan Kris, Tapi Aku pun tidak bisa menjamin, yang penting kita berusaha dulu.” Ujar Ijam.
Mendengar perkataan Ijam, Krisna semakin risau tentang Ide yang di utarakan Ijam, tapi lambat laun Krisna pun memberanikan dirinya untuk memotong alis.
Tepat saat itu saat pukul 15.30, Krisna pulang bekerja, Krisna langsung masuk ke kamar dan meminta Ijam untuk langsung memotong alisnya.
“ Jam , Aku sudah siap, untuk di potong alis.” Ujar Krisna.
“ Ok Kris, berharap saja jika ini akan berhasil.” Ujar Ijam.
“ Pasti Jam, hanya saja Aku ada peraturan untuk kita.” Ujar Krisna.
“ Apa Itu Kris?” Tanya Ijam.
“ Jam kita harus berjanji, yang pertama, jika ada orang yang menanyakan tentang alisku kita Harus sepakat jika alisku ini habis karena terjatuh, yang ke dua. Kita harus berjanji jika cara ini berhasil, tolong rahasiakan ini semua dari teman – temanku.” Ujar Krisna.
“ Pasti Kris.” Ujar Ijam.
Ijam akhirnya mengambil gunting untuk memotong alis Krisna, Krisna diam dan hanya memejamkan mata, setelah alis Krisna di potong, Krisna bergegas melihat pada kaca.
“ Jam Apa alisku nanti tumbuh lagi?” Tanya Krisna.
“ Pasti tumbuh Kris, hanya saja butuh waktu yang lama untuk menumbuhkannya kembali.” Ujar Ijam.
Krisna hanya bisa pasrah , melihat alisnya yang tipis menjurus ke botak, hingga Krisna memutuskan untuk menutupinya dengan perban perekat luka. Untuk menghindari kecurigaan terhadap dirinya. Hal yang di lakukan Ijam dan Krisna adalah hal salah, Dengan percaya kepada mitos yang beredar di masyarakat. hal itu lah justru yang membuat Krisna akan semakin tertekan, dan membuat dirinya lebih banyak mendapatkan gangguan.
Pada saat itu pun Krisna langsung melihat ke arah sekitar, mencoba berkeliling ke tempat yang menurutnya seram, meski dengan hati yang resah , rasa takutnya tidak bisa di tutupi.
Di hari pertama dia belum bisa melihat apa – apa, di hari kedua dan ketiga pun hasilnya sama, Krisna mulai yakin jika itu adalah mitos belaka. tapi ketika Krisna melewati toko antik Pak Yaya, Krisna melihat banyak keramaian di dalam toko Pak Yaya, terlihat seperti orang yang sedang lalu lalang, kesana dan kemari, Krisna menganggap jika itu semua pengunjung toko yang sedang bertransaksi jual beli.
Krisna yang saat itu berada di perjalanan pulang dari kantornya, tepat pula waktu saat itu menunjukkan jam 5.30 tepat, Krisna tidak merasakan hal janggal ketika melewati toko antik Pak Yaya, Tapi Krisna tidak sadar jika yang di lihat di toko itu bukanlah manusia pada umumnya.
“ Tumben sekali Toko Pak Yaya, ramai, biasanya jarang, atau bahkan tidak ada sama sekali yang berkunjung, Tapi ya syukur lah jika toko itu ramai pembeli.” Ujar Krisna sambil meneruskan perjalanan pulangnya.
Tidak ada rasa curiga sedikit pun tentang apa yang di lihatnya, Selama berhari – hari Krisna pun tidak melihat apa yang menjadi mitos ketika mencukur bulu alis, Krisna pun sampai di rumah, dia melihat Pak Yaya, dan Ijam sedang mengobrol di teras depan , Krisna masuk ke kamarnya dan ketika duduk dia baru teringat tentang Toko Pak Yaya.
“ Akhirnya Bisa Istirahat juga.” Ujar Krisna sambil menarik nafas panjang.
“ Tapi tunggu sebentar!, tadi kan di toko ramai sekali, tapi kenapa Pak Yaya Ada di rumah?’ tanya Krisna keheranan.
Krisna mulai menyadari hal janggal itu, Krisna langsung bergegas turun dan menanyakan beberapa hal kepada Pak Yaya.
“ Pak, Bapak Hari ini pergi ke toko atau tidak?” Tanya Krisna.
“ Hari ini Bapak tidak ke toko Mas, Hari ini Bapak di rumah, kalau tidak percaya tanya saja pada Mas Ijam.” Ujar Pak Yaya.
“ Ia Kris, Pak Yaya katanya sedang sakit pinggang, Jadi tidak ke toko, memangnya kenapa Kris.” Ujar Ijam.
“ Gak Papa Pak Cuma nanya saja.” Ujar Krisna.
“ Oh Ia Jam, ada telepon dari kampung untuk mu.” Ujar Krisna.
“ Oh Ia Kris.” Ujar Ijam.
Ijam dan Krisna pun berbicara di kamar, agar Pak Yaya tidak mengetahui apa yang mereka bicarakan.
“ Mana Kris, telepon dari siapa?” Tanya Ijam.
“ Tidak ada telepon Jam, Aku mulai berpikir jika Mitos tentang mencukur alis itu benar.” Ujar Krisna.
“ Bukannya sudah berhari – hari kamu bilang tidak terjadi apa – apa terhadap pandanganmu Kris.” Ujar Ijam.
“ memang sudah berhari – hari Jam, tapi berbeda dengan hari ini.” Ujar Krisna.
“ memangnya apa yang kamu lihat Kris?” Tanya Ijam.
“ Tapi Kamu berjanji jangan memberi tahu Pak Yaya.” Ujar Krisna.
“ Tidak Kris, memangnya apa yang kamu lihat?” Tanya Ijam.
“ Aku melihat di toko Pak Yaya ramai sekali orang yang lalu – lalang, mereka semua membelakangi Ku Jam, Aku awalnya tidak curiga apa – apa, tapi tadi saat Aku bertanya Ke pak Yaya, Aku mulai merasa jika yang ada di toko pak Yaya tadi bukanlah manusia.” Ujar Krisna.
“ Lalu artinya, Mitos itu benar Kris?” Tanya Ijam.
“ aku Tidak tahu Jam, hanya yang pasti Aku takut Jam.” Ujar Krisna.
“ Kris ingat, Kita harus mencari jalan keluar untuk masalah ini, meskipun Aku tidak tahu apa yang nantinya akan terjadi, tapi setidaknya kita sudah mencoba.” Ujar Ijam.
“ Aku sekarang sudah bisa melihat mereka, Lalu Apa yang harus kita lakukan?’’ Tanya Krisna.
“ Jika Kamu melihat makhluk yang sama secara terus menerus, dan setiap saat mengikuti mu, beri tahu Aku Kris.” Ujar Ijam.
“ Baik Jam, aku tidak menyangka jika mitos itu benar.” Ujar Krisna.
“ Ia Kris, Sekarang Kamu Istirahat dulu Kris.” Ujar Ijam.
Dalam Hati Krisna kini bercampur aduk, Antara takut dan rasa penuh harap agar Dia bisa cepat keluar dari Masalah Ini, Tapi di saat yang bersamaan pula Ijam mendapat kabar dari Pak Dadang dan menyuruhnya untuk pulang.
“ Kris, Aku Tadi mendapat kabar, jika warga kampung kini sedang mencari ku.” Ujar Ijam.
“ Kamu Ada masalah apa dengan warga kampung?” Tanya Ijam.
“ Bukan Masalah Kris, jadi mereka kebingungan untuk memasarkan gerabah yang telah mereka Buat, Lagi pula Kata Pak Dadang situasi di kampung sekarang sedikit kondusif, Pak Sugeng yang dulu mencariku Katanya sedang berada di luar kampung, Jadi Aku di suruh untuk pulang.” Ujar Ijam.
“ Tapi nanti Kamu bakal ke sini lagi Jam?’’ Tanya Krisna.
“ Pasti Kris, jika ada kabar Pak Sugeng akan pulang, Aku pun akan ke kota lagi Kris, Sebab besok pun Aku akan pulang dan menginap di rumah warga, agar kaki tangan pak Sugeng tidak menemukanku.” Ujar Ijam.
“ Hati – hati Jam, dan segera kembali lagi ke sini, Jangan Biarkan Aku terjebak dengan mitos ini.” Ujar Krisna.
“ Pasti Kris, Sesegera mungkin Aku akan kembali ke sini.” Ujar Ijam.
“ ya sudah, Besok subuh kamu Langsung berangkat, sampaikan salamku untuk Bapak, ibu dan Ki Amin.” Ujar Krisna.
“ Aku pulang sekarang Kris, Agar subuh aku sudah sampai di sana, Agar Kaki tangan Pak Sugeng tidak mengetahui Ku.” Ujar Ijam.
“ Jadi malam sekarang Jam? Waduh Aku sendirian di kamar Ini, Mana Aku bisa melihat makhluk seperti itu lagi .” Ujar Krisna ketakutan.
“ Ia Kris, Mau gimana lagi, Cepat tidur saja, Kuatkan saja mentalmu.” Ujar Ijam.
“ kamu enak Jam , bisa bicara seperti itu, Aku yang menjalani tertekan Jam.” Ujar Krisna.
“ Sabar Kris, berdoa saja mudah – mudahan cara ini berhasil.” Ujar Ijam
Krisna sedikit kecewa dengan Ijam, kata - Kata Ijam tidak bisa meyakinkan Krisna sepenuhnya, mental Krisna sedikit tertekan oleh rasa takut yang berlebih, Ijam Pun pergi pada malam itu juga, saat Krisna tinggal sendiri di kamarnya, pikirannya yang membuat dirinya cemas, padahal tidak ada sedikit pun gangguan terhadap dirinya.
Krisna mencoba untuk tidur, tapi hanya keringat dingin yang Ia hasilkan, cemas berlebih tidak bisa membuatnya tertidur, hingga akhirnya pagi pun tiba, Mata Krisna memerah dan sedikit bengkak, pandangannya kabur, badannya terasa Kaku, sebab posisi tidurnya tidak pernah berganti, hanya terlentang yang Krisna lakukan tanpa sedikit pun memejamkan mata.
Kondisi Krisna sangatlah kacau, semua kejadian yang Dia alami sangat membuatnya tertekan, dan membuat Krisna akhirnya jatuh sakit.