LANJUTAN 30

2077 Words
Tepat saat itu pukul 7 pagi, seluruh karyawan kantor sangat bersemangat untuk menjalani liburan bersama, acara liburan tahun ini sedikit berbeda, bukan tanpa sebab, sudah hampir 3 tahun mereka tidak mengadakan acara liburan bersama, hal itu di sebabkan keuangan kantor yang sedang terseok- seok di akibatkan perdagangan global yang tidak stabil.   Hingga pada akhirnya keuangan kantor kembali normal dan puncaknya untuk memanjakan seluruh karyawan di adakan acara liburan bersama, memang tidak jauh sampai ke luar kota atau luar pulau, tapi tujuannya untuk mendekatkan kebersamaan antara satu karyawan dengan karyawan lain, dan lebih hebatnya kantor itu memperbolehkan membawa keluarga untuk di ajak dalam acara tersebut.   Pak Yaya pun menjadi tidak risi dengan adanya orang luar kantor lain yang ikut dalam acara ini, semua karyawan dan keluarga berkumpul, di sana ada yang membawa anak istri, dan ada juga yang membawa orang tua mereka, semuanya tampak berbahagia sambil menunggu bis pariwisata tiba.   Perjalanan dari kantor ke hotel tempat menginap memang tidak lah terlalu jauh, kurang lebih 2 sampai 3 jam akan di lewati, tapi mereka tidak akan menyangka jika rencana awal yang di perkirakan akan lancar pada umumnya akan mendapat sedikit hambatan.   “ Kris, Pak Yaya kemana, bukannya Dia ikut juga?” Tanya Bram.   “ Oh Pak Yaya pergi dengan Pak Yuda, pakai mobil kantor jadi mereka sudah berangkat duluan ke sana Bang.” Ujar Krisna.   “ Abang bawa keluarga siapa Bang, Baw orang tua atau anak istri?” Tanya Krisna.   “ Kau ini menghina atau apa?, aku kan belum menikah!” Ujar Bram.   “ Pacar?” Tanya Krisna.   “ Aku belum mau punya pacar Kris, Uangku belum cukup buat beli jajan perempuan jaman sekarang.” Ujar Bram.   “ Maksudnya?” Tanya Krisna.   “ Ia kan perempuan jaman sekarang jajannya itu banyak sekali, untuk rias wajahnya , jajannya harus di restoran, dan banyak lagi lah.” Ujar Bram.   “ Tidak semua seperti itu Bang.” Ujar Krisna.   “ Ia memang, tapi intinya belum ada yang mau sama Aku, makannya aku tidak ambil pusing.” Ujar Bram.   “ Bukannya tidak mau , Abang tidak mau usaha saja.” Ujar Krisna.   “ Kenapa kita jadi membahas perempuan, ya intinya belum ada yang berjodoh sama aku, sudah lah, Kau membuatku jadi banyak pikiran ini, kita kan mau hiburan , ya kita harus lepaskan sejenak beban masalah.” Ujar Bram.   “ Ia Bang, oh Ia, kenapa Bis nya belum sampai juga ini sudah siang .” Ujar Krisna sambil melihat sekeliling.   “ Mungkin macet , soalnya kan kita pergi di jam kantor, jadi perjalanan sedikit macet kayaknya.” Ujar bram.   “ ya sudah tunggu saja .” ujar Krisna.   Mereka tidak tahu jika bis yang mereka sewa mengalami kendala, bis yang akan menjemput mereka mengalami kecelakaan di tol, hingga akhirnya mereka pun terpaksa terlantar di kantor, berbeda dengan staff lain yang menggunakan mobil kantor.   Berjam – jam mereka menunggu, hingga akhirnya tepat jam 2 siang koordinator mendapat kabar jika bis yang akan mereka tumpangi mengalami kecelakaan di tol, dan akhirnya koordinator mengganti armada bis yang akan mengantar mereka.   Armada bis mereka pun datang ketika waktu sudah menunjukkan pukul 4, tapi sayangnya armada bis itu adalah bis tua, terlihat armada itu sudah ringkih, dan sepertinya tidak akan kuat unttuk mengangkut seluruh karyawan.   Hingga akhirnya 4 armada bis di turunkan untuk membawa seluruh karyawan, semuanya terpaksa menaiki Bis itu, dan berharap di perjalanan mereka sampai dengan selamat.   " Bang Kenapa jadi bis seperti ini?" Tanya Krisna.   " Gak tahu Aku Kris, kata koordinator bis yang mengangkut kita kecelakaan, jadi ini armada sisa yang ada di sana, dan mau gak mau kita ikut saja, yang penting liburan, ayo naik.” Ujar Bram.   Krisna , Bram dan karyawan lain satu persatu menaiki Bis itu, Bram dan Krisna mendapat kursi bersebelahan, tepat jam 5 sore, penantian panjang pun akhirnya selesai dan bis itu berangkat menuju tempat tujuan.   Perjalanan dalam bis pun sedikit mengecewakan , bukan tanpa sebab armada bis yang sudah tua, di dalamnya hanya terdapat pendingin yang tidak berfungsi, membuat mereka kepanasan, mereka pun seperti kelelahan dan akhirnya tertidur di perjalanan, berbeda dengan Bram dan Krisna, mereka berdua sangat menikmati perjalanan.   “ Bang kenapa jalannya masuk ke area perkampungan seperti ini?” tanya Krisna.   ‘ Memang seperti ini jalan nya Kris, dan hotelnya berada di atas sana.’ Ujar Bram.   “ jadi kenapa di pilihnya hotel ini Bang?’ Tanya Krisna.   “ hotel ini letaknya sangat sejuk, dan asri jadi cocok untuk liburan, banyak pengunjung yang datang, dan satu lagi, hotel ini bisa menampung ratusan orang bahkan ribuan jadi sangat tepat dengan dana kantor yang sepertinya tidak terlalu besar.” Ujar Bram.   “ Oh, Pantas saja.” Ujar Krisna.   Bram yang awalnya menikmati perjalanan mulai terlelap tidur, Krisna dalam bis itu terbangun sendiri, perjalanan pun mulai terasa berat , terdengar suara mesin yang mendengung menandakan jalanan berubah menjadi sedikit menanjak dan jalan aspal mulai terlihat belang dan berlubang setiap sudutnya.   Krisna yang tidak tertidur selalu melihat ke arah kaca jendela bis, dia sangat menikmati perjalanan itu, hingga akhirnya perjalanan pun di kelilingi dengan pepohonan dan kebun warga sekitar, tanpa di sengaja Krisna melihat banyak sekali makhluk yang sedang berdiri di pinggir jalan, ada yang sedang bergantungan di pohon dan hal – hal aneh mulai terasa, bulu kuduk nya pun berdiri, Krisna yang sepertinya telah terbiasa dengan situasi itu berusaha acuh, meskipun tetap dalam hati kecilnya mempunyai rasa takut yang sangat besar.   “ mulai lagi melihat mereka, mana banyak lagi.” Ujar Krisna sambil ,menundukkan matanya.   “ Apanya yang banyak Kris?” Tanya Bram terbangun.   “ Kenapa Bangun Bang?, Itu banyak sekali jalan jeleknya.” Ujar Krisna.   “ Ia Aku terbangun soalnya mobilnya bergoyang, Aku kira ada dangdutan, jadi mobilnya goyang, ternyata jalannya jelek.” Ujar Bram sambil membalikkan badannya dan kembali tidur.   “ ada – ada saja kau Bang.” Ujar Krisna sambil menggelengkan kepala dan tertawa.   Akhirnya perjalanan mereka pun sampai di tujuan, terlihat hotel dengan 5 lantai memanjang, terlihat jajaran jendela yang sudah terang menandakan telah di isi oleh tamu pengunjung hotel.  di sekeliling hotel itu hanya ada tanaman, kebun dan danau buatan yang cukup luas, memang cukup asri dan nyaman jika di siang hari tapi ketika memasuki malam suasana menjadi berbanding terbalik dan menjurus ke seram dan mencekam.   “ Bang, bangun, sudah sampai.” Ujar Krisna sambil menepuk pundak Bram.   “ Sudah sampai kris? Jam berapa ini?” Tanya Bram.   “ Jam 10 malam Bang.” Ujar Krisna.   “ luar biasa sekali , kita kumpul pagi jam 7 pagi, jam 10 malam baru sampai.” Ujar Bram menggerutu.   “ Sudah Bang, kan kata Abang juga yang penting liburan.” Ujar Krisna.   “ ya sudah lah, mau gimana lagi, ayo kita turun.” Ujar Bram.   Mereka kumpul di aula hotel dan di sana sudah di tunggu oleh para staff, Yuda pun berbicara di depan seluruh karyawan.   “ Selamat malam semua, saya ucapkan mohon maaf untuk keterlambatan yang sangat parah ini, semua ini di luar kemampuan kita, jadi mohon bersabar, yang penting semuanya sudah selamat di sini, jadi untuk 2 hari ke depan kita lupakan masalah pekerjaan, kita kuatkan tali silaturahmi di sini, dan satu pesan saya, jadikan liburan ini sebagai ajang memperdekat kita satu sama lain, tidak ada jabatan di sini semuanya sama, hanya manusia biasa.” Ujar Yuda.   Seluruh karyawan termasuk Bram dan Krisna mendengarkan arahan dari yuda, semua wajah karyawan terlihat lelah, sehingga acara pun di lanjutkan besok pagi, semuanya di jamu dengan makanan yang nikmat dan juga lezat, setelah selesai mereka pun di bagi kamar, Krisna dan Bram mendapatkan satu kamar yang sama dengan dua tempat tidur, posisi kamar yang tepat menghadap danau buatan di depannya terdapat balkon yang menjadikannya tempat yang nyaman untuk menikmati pemandangan danau buatan.   Tapi sekali lagi, manusia hanya bisa berencana, Krisna yang menganggap liburan itu akan menyenangkan malah membuat dia sendiri ketakutan, dengan kelebihan pandangannya terhadap makhluk halus.   “ Kris, kenapa kita di kasih kamar berdua, sedangkan yang lain sendiri- sendiri." ujar Bram menggerutu.   " karyawan yang lain itu bukan mendapat kamar sendiri, tapi berbarengan dengan keluarga mereka, sedangkan kita kan anak rantau jadi tidak membawa keluarga, ya akhirnya dapat kamar berdua saja.” Ujar Krisna.   “ Kris, coba lihat, kamar kita tepat melihat ke danau, Aku di balkon dulu ya, menikmati udara segar.” Ujar Bram sambil berjalan keluar dan menuju balkon.   Krisna duduk di kasur dekat dengan jendela, melihat Bram yang sedang berdiri di balkon menatap sekitar, tapi saat itu Krisna sangat kesal, bukan tanpa sebab, Bram saat itu merasa dirinya sedang sendiri, tapi dalam pandangan Krisna , di samping Bram sedang duduk wanita yang sama memandang ke danau dan membelakangi Krisna.   Krisna langsung memanggil Bram.   “ Bang, bang, bisa bantu aku sebentar.” Sahut Krisna dari dalam kamar.   “ Bantu apa Kris?” Bram mendekati Krisna.   “ terserah Abang mau percaya atau tidak, tadi saya lihat ada yang duduk di samping Abang.” Ujar Krisna.   “ Yang benar Kau, jangan membuatku takut.” Ujar Bram.   Bram tanpa berpikir panjang langsung menutup pintu menuju balkon, dan kaca jendela , tanpa banyak berbicara dan tanpa membersihkan badannya terlebih dahulu, Dia langsung menutup badannya dengan selimut, melihat kelakuan Bram , Krisna pun sedikit tertawa dan menggelengkan kepalanya, meskipun dalam hati kecilnya Krisna pun merasa takut.   Ke esokkan paginya, tepat jam 7 pagi, semua karyawan sudah siap dengan acara yang di agendakan panitia. Dari kamar di lantai satu hingga kamar yang berada di lantai 5 semuanya tampak normal, hanya saja layaknya di gedung – gedung besar, lantai 4 selalu di ganti dengan nama 3b atau 5a, menghindari penamaan angka 4, dan begitu juga kamar hotel itu, semua kamar tidak ada yang berawalan angka 4 sampai angka yang ketika di jumlah sama dengan 4.   Memang ada yang percaya dan ada juga yang menganggapnya hanya mitos belaka, tapi semuanya kembali lagi terhadap kepercayaan dan sugesti masing – masing, yang penting tujuannya sama, berharap tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan dan membuat kerugian.   Mitos sendiri tercipta bukan tanpa sebab, mitos lahir dari orang jaman dahulu dengan tujuan menjauhkan masyarakat atau orang – orang dari perbuatan buruk yang dapat merusak alam semesta, dan kadang jika melanggarnya akibatnya pun kadang di luar manusia itu sendiri, tapi dengan adanya mitos yang beredar membuat kita bisa menghormati alam dan isinya.   Seluruh karyawan dan keluarga nya sangat menikmati setiap acara, mulai dari permainan tim hingga akhirnya pada acara bebas di mana semua karyawan bebas untuk melakukan aktivitasnya di area hotel itu.   “ Kris, bagaimana kalau kita berenang di danau sana.” Ajak Bram.   “ Boleh juga bang, cuacanya juga mendukung, Ayo kita langsung ke sana .” Ujar krisna.   Mereka pun terkejut melihat danau di sana begitu bersih, hingga dasar danau pun terlihat, danau itu tidak terlalu dalam, sekitar satu sampai dua meter saja, danau itu cukup luas sehingga banyak karyawan yang sengaja untuk main air di danau itu.   “ Jernih juga ini air, meskipun kita terlambat Kris, danaunya sudah penuh, tapi tidak apa lah, yang penting basah.” Ujar Bram sambil menanggalkan bajunya dan langsung melompat ke dalam danau.   “ Dalam tidak Bang?” ujar Krisna.   “ Ayo masuk saja, hanya satu meter.” Ujar Bram.   Krisna yang mendengar jika danau itu airnya dangkal , langsung masuk dan akhirnya terperosok ke dalam air.   “ Kris, kau berat sekali.” Ujar Bram sambil memegang tangan Krisna yang seperti akan tenggelam.   “ aku tidak bisa berenang Bang, Kata Abang danaunya dangkal Cuma satu meter.” Ujar Krisna.   “ Ia Kris, satu meter lebih 99 centimeter.” Ujar Bram sambil tersenyum dan menertawakan Krisna yang tidak bisa berenang.   “ Malu – maluin saja kau, badan besar tapi tidak bisa berenang.” Ujar Bram.   “ ya gimana lagi Bang, yang namanya gak bisa ya gak bisa.” Ujar Krisna.   Krisna pun menepi ke pinggir danau, dan bermain air hanya di pinggir danau itu, tidak jauh juga dari tempat Bram berenang , sebuah batu besar yang sedikit tinggi menjulang, saat Krisna melihat ke arah batu itu, terlihat sosok perempuan sedang membelakangi Krisna dan menyisir rambutnya, Krisna pun bergegas naik menjauh dari danau itu, Bram pun melihat Krisna yang sudah naik, dan mengikuti Krisna yang terlihat pucat.   “ Kris, mau ke mana Kamu, masih sore ini.” Ujar Bram mendekati Krisna.   “ Sepertinya sudah sore, lebih baik kita bersihkan badan kita, Aku lapar Bang.” Ujar Krisna berbohong.   Krisna sengaja berbohong agar Bram tidak panik dan berkelakuan aneh seperti semalam, semua kejadian di tempat itu dan makhluk - makhluk yang ada di sana , cukup menjadikan Krisna lebih berani dan mulai terbiasa dengan keadaan sekitar dan menerima keadaan dirinya atau kelebihan dirinya sekarang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD