LANJUTAN 32

1544 Words
Ijam merasa sangat bersalah terhadap Krisna, karena akibat saran dari Ijam , Krisna seperti orang yang kehilangan akal , Krisna awalnya tidak mengetahui jika Ijam sudah ada di kota.   Krisna sendiri menyimpan rasa marah terhadap Ijam yang telah membuat dirinya dalam kondisi tertekan, ke tidak siapan menerima semua permasalahan dan tidak di barengi dengan rasa tulus dalam menjalankan sesuatu, menjadi penyebab Krisna semakin terpuruk.   Kondisi Ijam saat menuju rumah Pak Yaya sangat kacau, sepatu yang penuh dengan lumpur, baju penuh dengan keringat dan percikan tanah di seluruh baju bagian belakang ijam, banyak pertanyaan yang di tanyakan oleh Bram, tapi ijam lebih baik diam dan mengacuhkan pertanyaan Bram. Sebab Ijam sadar Jika dirinya bercerita kepada orang lain, bukan penyelesaian masalah yang datang, hanya argumen lain yang muncul sehingga membuat keputusan – keputusan yang akan di ambil menjadi lebih rancu.   Sampailah ijam Di rumah pak Yaya, terlihat dari luar rumah Krisna sedang tidur beralaskan kasur dan di tutupi selimut.   “ Mas Ijam kemana saja?” Tanya Pak Yaya.   “ Ada saja Pak, hanya saja sedang banyak urusan.” Ujar Ijam.   “ Dan kenapa Mas Ijam tidak membawa barang atau pakaian?” Tanya Pak Yaya.   “ Ceritanya panjang Pak, Nanti saya cerita ya Pak, saya mau lihat dulu Krisna.” Ujar Ijam.   Ijam sangat sedih melihat kondisi Krisna, sontak saja terpikir dalam hati ijam untuk membangunkan Krisna.   “ Kris, Bangun ini Aku Ijam.” Ujar Ijam.   Krisna membuka selimut yang menutupi wajah dan badannya.   “ Kenapa Kamu di sini Jam, apa kamu sudah senang dengan melihat kondisiku sekarang.” Ujar Krisna marah.   “ Kris, Aku justru tidak senang dengan kondisimu sekarang, Aku hanya ingin membantu agar keluarga mu dan termasuk kamu keluar dari belenggu ini Kris.” Ujar Ijam.   “ Jika kita hanya berdebat, tidak akan ada jalan keluar Kris, tolong pahami , situasi sekarang menjadi semakin sulit.” Ujar Ijam.   “ yang Aku dapat sekarang hanya cobaan jam, Aku setiap malam selalu tersiksa, Aku belum siap untuk menerima kelebihan ini.” Ujar Krisna.   “ lalu kapan Kamu akan siap?” Tanya Ijam tegas.   Krisna hanya terdiam.   “ Jika Kamu sendiri tidak pernah siap, bagaimana Aku bisa membantu Kris?, kuatkan dirimu jangan sampai perjuangan Mu ini sia – sia.” Ujar Ijam.   “ Pikirkan baik - baik , kuatkan dirimu, jangan lemah seperti ini.” Ujar Ijam.   “ Mudah sekali jam , untuk di ucapkan, tapi sangat sulit untuk di lakukan.” Ujar Krisna.   “ ya sudah Kris, sekarang terserah Kamu saja, jika masih ingin seperti ini jangan salahkan Aku jika tidak membantu.” Ujar Ijam.   Krisna hanya terdiam dan melihat Ijam, Ijam pun keluar menuju teras rumah.   “ Pikirkan , kuatkan dirimu, jangan lemah.” Ujar Ijam sambil meninggalkan Krisna.   Pertengkaran mereka membuat hubungan Ijam dan Krisna sedikit renggang, ijam menutupi kejadian yang terjadi kepada dirinya, hingga sampai saat Krisna sudah kuat dan emosinya menurun.   Bram Dan Pak Yaya Hanya bisa melihat mereka bertengkar, pak Yaya pun membawakan Pakaian untuk Ijam, dan menyuruhnya untuk mandi.   “ Ini Pakai Mas, Lalu bersihkan badan Mas Ijam, bapak tunggu di sini, nanti mas boleh bercerita tentang kejadian sepertinya.” Ujarr Pak Yaya.   Tanpa sedikit kata yang keluar dari mulutnya, Ijam langsung membersihkan badannya,   Ijam pun dalam kondisi kebingungan, bukan hanya bekal yang ijam tidak punya , tapi rasa kepercayaan satu sama lain dengan Krisna mulai terasa berkurang sebagai bumbu persahabatan.   “ sebenarnya Mas Ijam ini kenapa, bisa sampai ke kota dengan kondisi seperti tadi, baju kotor penuh dengan tanah?” tanya Pak Yaya.   “ Ceritanya panjang Pak.” Ujar Ijam.   “ Cerita saja Mas, siapa tahu Bapak bisa membantu.” Ujar Pak Yaya.   Ijam pun memutuskan untuk bercerita kepada Pak Yaya, tapi Ijam tetap menjaga nama Pak Dadang dan tidak menjelekkan namanya di hadapan orang lain.   “ Jadi awalnya saya sedang mencari Kayu untuk pembakaran gerabah, saat itu saya berdua dengan Pak Dadang.” Ujar Ijam.   “ Pak Dadang itu siapa?” Tanya Pak Yaya.   “ Pak Dadang itu Bapak nya Krisna Pak.” Ujar Ijam.   “ Oh , ia , lantas apa yang terjadi?” tanya Pak Yaya.   “ Ia Pak, kami berdua masuk terus ke dalam hutan , tapi sayangnya kita berpisah di pertengahan jalan.” Ujar ijam.   “ lalu apa yang terjadi Mas?” Tanya Pak Yaya.   “ Ia saat Saya berpisah tidak jauh dari tempat itu, saya menemukan kayu yang sudah mengering , dan saya pun memutuskan untuk kembali dan menyuruh warga untuk mengambil kayu itu, Tapi saya teringat Pak Dadang dan khawatir Dia tersesat di hutan, saya pun mencarinya sampai ke dalam hutan tapi sayangnya malah saya yang tersesat.” Ujar Ijam.   “ lalu Pak Dadang keadaannya bagaimana?” Tanya Pak Yaya.   “ saya pikir pak Dadang tidak tersesat, sebab Dia pasti tahu seluk beluk hutan itu.” Ujar Ijam.   “ bagaimana Mas bisa keluar dari dalam hutan dan sampai di sini?” Tanya Pak Yaya.   “ Saya bermalam di atas pohon Pak, Saya bisa keluar dari hutan setelah mendengar suara adzan, soalnya Saya tahu jika ada suara adzan berarti itu sudah dekat dengan pemukiman penduduk.” Ujar Ijam.   “ Lalu Saya memutuskan untuk pergi ke sini meskipun bekal saya hanya untuk setengah perjalanan, dan saya akhirnya berjalan kaki sampai ke terminal dan beruntung bertemu dengan Bram.” Ujar Ijam.   “ ya itu lah Mas, jika kita selalu berbuat baik, maka bantuan – bantuan yang tidak terduga pun akan kita dapatkan, terus berbuat baik ya Mas, Bapak yakin Mas Ijam akan selalu dapat perlindungan dari sang pencipta.” Ujar Pak Yaya.   “ IA Pak, terimakasih, sudah menerima saya di sini .” Ujar Ijam.   “ Jangan sungkan Mas, Dan jangan sampai terjadi sesuatu dengan persahabatan Mas Ijam sama Mas Krisna, perdebatan memang wajar, tapi ada baiknya saling menurunkan ego masing – masing.” Ujar Pak Yaya.   “ Ia Pak, Saya juga paham kondisi Krisna saat ini, sehingga lebih baik saya diam dulu, dan kembali berkomunikasi setelah emosinya turun.” Ujar Ijam.   “ Ya Sudah mas Ijam , nanti tidur di kamar Krisna Saja, Biarkan Krisna tidur di ruang bawah, Bapak temani dia, Bapak juga kadang jarang tidur di kamar, lebih sering tidur di ruang tamu sambil nonton tv.” Ujar pak Yaya.   “ Ia Pak, nanti saya tidur di sana.” Ujar Ijam.   Mendapat wejangan dari Pak Yaya, Ijam pun merenung dan berpikir , bagaimana caranya agar Krisna bisa kembali kuat dengan kondisinya saat itu, Ijam paham                            dengan kondisi Krisna yang penakut dan sekarang malah merasa di jebak oleh Ijam.   Akhirnya terbesit dalam pikiran Ijam untuk meminta bantuan dari Ayu, sebab Krisna biasanya selalu menurut apa permintaan dan keinginan Ayu, dengan harapan Ayu bisa menjadi penyemangat untuk Krisna.   “ Aku harus telepon Ayu.” Ujar ijam.   Ijam mengambil telepon genggam milik Krisna, dan langsung melakukan panggilan terhadap Ayu.   “ Halo Kris.” Ujar Ayu.   “ Ini Bukan Krisna Yu, Ini Ijam.” Ujar Ijam.   “ Ijam, teman Kecil Krisna?, Kapan Kamu pulang dan kenapa bisa bersama Krisna di kota?” Tanya Ayu.   “ Aku sudah lama Yu, Aku juga tinggal di rumah Pak Dadang , saat di kampung.” Ujar Ijam.   “ Oh gitu, Aku juga dulu sering ke rumah Pak Dadang, tapi sudah cukup lama Aku tidak ke sana, Aku sibuk dengan urusan sekolah Ku, jadi Aku tidak tahu kalau Kamu sudah pulang Jam.” Ujar Ayu.   “ Ia Yu, Tapi Aku boleh minta tolong Gak?” Tanya Ijam.   “ Minta tolong apa?” Tanya Ayu.   “ Ini Yu, Krisna saat ini sedang sakit, dia epertinya sangat tertekan.” Ujar Ijam.   “ Sakit kenapa Jam, dan kenapa bisa sampai tertekan?” Tanya Ayu cemas.   “ Ia jadi ceritanya Krisna sekarang mata batinnya terbuka, sehingga semua makhluk yang tidak bisa kita lihat, bisa di lihat oleh Krisna, kan Kamu tahu Krisna itu penakut.” Ujar Ijam.   “ untuk apa Krisna membuka mata batinnya?, dan apa yang bisa Aku bantu.” Ujar Ayu.   “ ceritanya Krisna hanya mencoba – coba mitos, tapi akhirnya dia tidak kuat dan tertekan.” Ujar Ijam.   “ lalu apa yang harus aku lakukan?” Tanya Ayu cemas.   “ Besok coba telepon Krisna, Berikan semangat untuknya, tanyakan kenapa Dia bisa sakit, dan yang paling penting, berikan saran agar dia lebih dekat kepada sang pencipta dan lebih kuat menerima keadaan.” Ujar Ijam.   “ Memangnya Krisna sakit Apa sebenarnya?” Tanya Ayu.   " intinya dia tertekan karena terlalu sering melihat makhluk dari dunia lain, jadi tolong Krisna dengan memberikan semangat dan saran untuknya.” Ujar Ijam.   “ Akan Aku Coba Jam.” Ujar Ayu.   “ ia Yu, mudah – mudahan Krisna bisa mendengarkan nasihatmu dan kembali kuat untuk menjalani hari – harinya.” Ujar Ijam.   Perbincangan mereka pun terhenti, terdengar suara dari balik pintu Krisna, suara rautan kuku ke pintu kamar Krisna.   “ Jam, kamu masih di sana?’ Tanya Ayu dalam telepon.   “ Jam, Jam, ya sudah jika ada urusan lain Aku telepon lagi.” Ujar ayu dan menutup percakapan di telepon.   Ijam lebih fokus mendengarkan suara asing itu, perlahan lahan dia mendekati pintu, semakin dekat Ijam dengan pintu, semakin jauh juga suara itu, Ijam pun merasa hal itu janggal, dan langsung membuka pintu kamar, seperti dugaan Ijam, tidak ada apa – apa di balik pintu.   Hal Aneh serasa terus menerus terjadi, apalagi sejak Krisna bisa melihat mereka. Solusi terbaik untuk Krisna saat itu tidak lain hanya melawan dan ikhlas menerima keadaan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD