LANJUTAN 33

1433 Words
Ayu merasa tidak tega dengan mendengar kondisi Krisna yang sedang sakit, akhirnya Ayu memutuskan untuk pergi ke kota dan untuk melihat kondisi Krisna Krisna secara langsung.   Ayu meminta Siti untuk menemaninya pergi ke kota, Ayu hanya lah perempuan yang tinggal di kampung tapi untuk pendidikan dia sangat mementingkan hal itu, Ayu jarang sekali bepergian, dia hanya pergi keluar jika itu memang sangat penting.   “ Siti, Kamu ada di rumah ?” Tanya Ayu yang mendatangi rumah Siti.   Siti keluar dari rumah.   “ Ayu, Ayo masuk, Kamu sedang tidak sibuk?, Biasanya kamu sibuk dengan tugas- tugas mu?” Tanya Siti.   “ ia Sit, kebetulan Aku sedang senggang, Oh Ia Sit, Aku boleh minta tolong Gak?” Tanya Ayu.   “ Minta tolong apa Yu?” Tanya Siti.   “ Aku minta tolong, Temani Aku Ke kota untuk menjenguk Krisna.” Ujar Ayu.   “ Memangnya Krisna kenapa Yu?” Tanya Siti.   “ Krisna sakit, aku mau menjenguknya.” Ujar ayu.   “ Ya Sudah, Mau kapan kita berangkat?” Tanya Siti.   “ Kita berangkat besok Pagi.” Ujar ayu.   “ kita gak menginap di sana kan?" Tanya Siti.   “ Tidak lah Sit, Kita Juga kan tau aturan, takutnya malah jadi fitnah, kita kemungkinan sore juga sudah pulang.” Ujar Ayu.   “ Ya Sudah Kalau begitu, nanti Aku ijin dulu sama orang tuaku, nanti malam Aku kabari lagi.” Ujar Siti.   Perbincangan mereka pun mulai menjurus serius ketika Ayu bertanya tentang Krisna.   “ Sit , Aku mau bertanya satu hal yang penting.” Ujar Ayu.   “ Apa Itu Yu? Tanya Siti.   “ Soal Krisna Sit, dia sakit karena itertekan karena terlalu sering melihat makhluk halus.” Ujar Ayu.   “ kenapa Bisa?” Tanya Siti.   “ aku juga kurang tahu Sit, makannya Kita tanyakan bersama besok, mudah – mudahan ada jalan keluar, Kamu kan juga bisa melihat mereka, ya setidaknya kamu bisa memberikan saran apa yang harus di lakukan agar dia tidak takut.” Ujar Ayu.   Ayu dan Siti akhirnya sepakat untuk pergi ke kota menemui Krisna, di sisi Lain Ijam masih belum bertegur sapa dengan Krisna, Krisna masih menyimpan rasa marah terhadap Ijam, Ijam pun tidak bisa berbuat apa – apa, dan hanya menunggu sampai satnya Krisna menurunkan emosinya.   Ijam mencoba bersabar dan terus memberikan perhatiannya sebagai sahabat , meski Krisna tanpa sedikit pun merespon, tapi Ijam paham dengan kondisinya.   Ke esokan harinya, Krisna mendapat panggilan telepon dari Ayu di pagi Hari.   “ halo Kris, boleh tau alamat rumah kamu di kota Kris?” Tanya Ayu dalam telepon.   “ Ayu, memangnya kenapa?” Tanya Krisna heran.   “ Ini Kris , Aku Ada sesuatu untuk mu, jadi akan Aku kirimkan lewat paket.” Ujar Ayu berbohong.       “ Memangnya Kamu mau ngasih apa Yu?” Tanya Krisna.   “ Rahasia Kris, sudah kirimkan alamat lengkapnya!” Ujar Ayu.   “ Ia Sudah.” Ujar Krisna.   Krisna mengirimkan alamat lengkapnya, tepat saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 10 siang, kondisi Krisna pun sedikit membaik, Ijam pun merasa tenang melihat kondisi Krisna yang membaik, hanya saja Krisna masih selalu tertunduk , pandangannya tidak pernah melihat ke arah lain.   Akhirnya Krisna begitu terkejut dengan kedatangan Ayu bersama Siti.   “ Ayu !, Siti!, Kenapa kalian bisa ada di sini?” Tanya Krisna.   “ gimana kondisi mu Kris?” Tanya Siti.   “ Aku sudah membaik Sit, Kamu tahu dari mana aku sedang sakit Yu?” Tanya Krisna.   “ Aku Tahu dari Sahabat Mu.” Ujar Ayu.   “ Sahabat, Maksudnya?” Tanya Krisna.   “ Aku Tahu dari Ijam Kris.” Ujar Ayu.   Krisna pun merenung, dan merasa dirinya terlalu keterlaluan terhadap Ijam.   “ Kamu Sakit apa Kris?” Tanya Ayu.   Krisna hanya tertunduk dan tidak menjawab.   “ Aku sudah tahu semuanya dari ijam.” Ujar Ayu.   “ Ia Kris, Kita sudah tahu semuanya Dari Ijam, jika kamu seperti ini yang ada kamu akan menjadi gila Kris.” Ujar Siti.   “ Aku ke sini mengajak siti bukan hanya untuk menemaniku Kris, aku juga ingin Siti memberikan wejangan – dan saran agar kamu bisa Kuat Kris.” Ujar Ayu.   “ Jujur dan jelaskan kepada Ku Kris.” Ujar Ayu.   Krisna pun menjelaskan duduk permasalahannya, dari awal hingga akhir, hingga Ayu pun tercengang dengan pengakuan Krisna, Ayu sedikit kecewa dengan pengakuan Krisna dan kecewa terhadap keluarga Pak Dadang, Tapi apa daya semuanya telah terjadi dan tidak bisa di ulang kembali.   “ Ya Sudah Kris, Apa boleh buat, aku sedikit kecewa, Yang penting sekarang bagaimana caranya agar kamu tidak terus menerus seperti ini.” Ujar Ayu.   “ Ia Kris, kamu harus kuat, bagaimanapun caranya.” Ujar Siti.   “ Aku tidak tahu caranya Sit, Aku sudah mencoba saran dari Pak Yuda, Dia juga sama halnya seperti ku bisa melihat yang orang lain tidak bisa lihat, Tapi rasnya semuanya itu percuma, Aku tidak tahan lagi Yu.” Ujar Krisna.   “ Ia Kris , Kamu berani berbuat harus berani bertanggung jawab, meskipun semua ini berawal dari keluargamu, tapi kamu harus bisa membawa mereka kembali ke jalan yang benar.” Ujar Ayu.   “ Jika Aku dulu tidak menuruti perintah Bapak, Pasti Aku tidak akan seperti ini.” Ujar Krisna.   “ Kris, jangan pernah menyalahkan siapa pun, jangan pernah menyesali masa lalu, hadapi!, jangan hanya bisa mengeluh.” Ujar Ayu.   “ Tapi memang betulkan, Jika bukan karena Aku tidak menuruti perintah Bapak untuk Bertemu dengan Pak Sugeng, Aku tidak akan mengalami hal Ini.” Ujar Krisna.   “ Memang benar Kris, Tapi Apa Kamu bisa mengulang waktu ke belakang?” Tanya Siti.   “ pertanyaan sekarang yang paling penting.  Apa Kamu bisa menyelesaikan semua masalah ini?, karena jika Kamu hanya mengeluh dan menyesali masa lalu, yang ada Kamu yang akan gila Kris.” Ujar Ayu kesal.   “ Aku sudah gila sekarang yu, sudah kepalang tanggung.” Ujar Krisna.   “ Aku tidak Mau perjalananku Jauh – jauh ke sini sia – sia Kris, Lalu sekarang Apa yang Kamu inginkan?” Tanya Ayu.   Krisna hanya terdiam.   “ Kenapa diam Kris, Jelaskan kepada Ku, Apa rencana mu sekarang?” Tanya Ayu.   “ Aku tidak Tahu Yu, Jangan menekanku seperti ini.” Ujar Krisna.   “ Kita di sini datang untuk membantu Kris, bukan untuk menekan mentalmu, Kamu harusnya berterima kasih kepada Ijam yang sangat peduli terhadapmu.” Ujar Siti.   “ Justru Akibat dia, Aku jadi seperti sekarang Ini.” Ujar Krisna.   “ terus saja Kris, salahkan orang lain. Apa itu bisa membantu untuk mu sekarang?” Tanya Ayu.   “ jika itu bisa membantu, silakan salahkan Aku dan siti yang datang ke sini.” Ujar ayu kesal.   “ bukan begitu yu, Aku hanya kesal, Aku tidak sanggup menghadapi semua ini.” Ujar Krisna.   “ Ya, Kamu harus sanggup dan Kuat, apa alasan mu sehingga kamu tidak sanggup?” Tanya Ayu.   “ Tidak tahu yu.” Ujar Krisna tertunduk.   “ Jika Kamu tidak Tahu , dengarkan kami Kris, Aku dan Siti, hanya ingin hal terbaik untuk kamu Kris.” Ujar Ayu.   Krisna pun luluh dan akhirnya mau untuk menuruti saran dari Ayu dan Siti.   “ sebaiknya Kamu lebih dekat dengan sang penciptamu Kris, jika kamu tidak mau di ganggu oleh mereka.” Ujar Ayu.   “ mereka sebenarnya tidak selalu mengganggu Yu, Hanya saja Aku tidak Kuat ketika Setiap hari harus melihat mereka.” Ujar Krisna.   “ Kuncinya kamu harus berani, jika kamu tidak berani Kamu akan terus seperti ini.” Ujar Siti.   “ perkuat iman Mu, Jangan sampai melewatkan Ibadat wajib, lama – lama pun Kamu akan terbiasa dan menjadi kuat Kris.” Ujar Siti.   “ intinya kembali lagi kepada dirimu sendiri Kris, Aku di sini hanya ingin Kamu sembuh, dan tidak terus menerus seperti ini, Aku pun ikut sedih Kris jika Kamu seperti ini terus.” Ujar Ayu.   “Ia Yu, Aku akan mencobanya.” Ujar Krisna.   “ Ingat pesan Ku Kris, Ijam Itu sudah seperti adikmu, dia sangat peduli terhadapmu, jangan kamu mengecewakan dia, meskipun dia tidak ada hubungan darah dengan Mu, tapi ikatan Batin kalian itu harus tetap terjaga.” Ujar Ayu.   “ Ia Kris, Aku melihat jam itu tulus membantu, tinggal kembali lagi kepada dirimu Kris, Kamu bisa menerima bantuan itu atau tidak.” Ujar Siti.   Krisna tidak berbicara sepatah kata Pun , yang ia lakukan hanya menundukkan kepalanya, dan terlihat sepintas jika mata nya mulai berkaca – kaca.   Krisna menyadari banyak sekali orang yang sangat mempedulikan dirinya, bahkan mereka semua tidak ada ikatan darah sama sekali, tapi bukan alasan mereka untuk tidak peduli, akhirnya Krisna pun mencoba sekali lagi untuk bisa melawan rasa takutnya dan untuk bisa menjalani hari – harinya seperti biasa kembali.   Sahabat memang bukan teman biasa, mereka akan selalu ada bukan hanya di saat senang tapi juga di saat kita membutuhkan bantuan mereka, jangan pernah mengecewakan persahabatan satu sama lain, dan jangan pernah membiarkan masalah berlarut – larut.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD