LANJUTAN 26

2052 Words
Keesokan harinya tepat saat itu waktu menunjukkan pukul 4.30 pagi, Krisna terbangun dari tidurnya, Krisna melihat ke arah Ijam dan Dia sudah tidak ada di tempat tidurnya, Krisna tidak merasa heran , sebab Ijam memang orang yang taat beribadat, Krisna pun bersiap menjalani rutinitas hariannya, dan ketika Krisna siap untuk berangkat , Krisna melihat Ijam sangat akrab dengan warga sekitar, apa lagi dengan Pak Yaya, Ijam terlihat layaknya orang lama ketika bertemu dan berbincang dengan Pak Yaya.   Tepat saat Krisna akan berangkat bekerja , Ijam memanggil dengan suara lantang.   “ Kris, tunggu sebentar.” Ujar Ijam sambil menghampiri Krisna yang sudah berada di luar gerbang rumah.   “ Ada apa Jam?’ Tanya Krisna.   “ Oh Ia Kris, tadi Aku sudah banyak ngobrol dengan Pak Yaya, dan nanti siang Aku akan menemani Pak Yaya ,menjaga tokonya.” Ujar Ijam.   “ Boleh tuh, Biar Kamu gak jenuh, terus kenapa Kamu harus bilang dulu?” tanya Krisna.   “ YA takutnya Aku pulang malam, jadi Kamu tidak usah bertanya lagi aku di mana, dan Aku dengar – dengar Pak Yaya punya banyak benda bersejarah di tokonya, Ya siapa tahu kita dapat petunjuk.” Ujar Ijam.   “ Boleh Jam, Kamu boleh lakukan apa yang Kamu suka di sini, dan Mudah – mudahan memang ada petunjuk dari masalah yang kita hadapi.” Ujar Krisna.   Krisna pun segera meninggalkan Ijam, tak jauh beda dengan Krisna, Ijam pun begitu bersemangat, banyak pertanyaan yang di lontarkan Ijam, hingga akhirnya kawan lama Pak Yaya , sang kolektor datang dan memberikan sebuah petunjuk.   “ Oh Ia Mas ijam, Nanti ada teman Bapak, langganan jual beli barang antik, jika dia datang Mas Ijam keluar dulu tidak apa – apa kan ya?” Tanya Pak Yaya.   “ Boleh Pak, Saya kan hanya tamu , Jadi ketika tuan rumah yang meminta, ya masa saya menolak.” Ujar Ijam sambil tersenyum.   “ YA sudah Mas, Ayo kita berangkat.” Ajak Pak Yaya.   Pada saat sampai di toko , Ekspresi Ijam tak ayalnya seperti Krisna, Rasa kagum , takjub , dan klasik , tergambar dari semua barang dan ruangan di toko Pak Yaya, tidak hanya memiliki nilai sejarah tapi nilai ekonomis pun masih bisa di dapat dari bbenda kuno itu.   Mereka berbincang membahas semua benda yang ada di sana, hingga akhirnya , teman lama Pak Yaya datang, di kawal oleh dua orang, menggunakan mobil klasik keluaran inggris, baju dan topi yang di gunakan terlihat mahal, mencerminkan orang itu merupakan orang berpenghasilan di atas rata – rata dan sukses.   Pak Yaya pun menghampiri teman lamanya, Mereka berjalan menuju area luar, terlihat dari jauh mereka sedang berbicara dan seperti sedang bernegosiasi, perlahan Ijam pun mendekati mereka, tapi pandangannya seketika terpana pada sebuah botol klasik berlapiskan batu – batu mulia, entah berapa harganya tapi benda itu sangat menarik untuk Ijam.   ketika Ijam sedang menatap Botol itu, tiba – tiba saja Pak Yaya Datang menghampiri, terlihat Juga tamu Pak Yaya yang kembali menaiki mobil antiknya pertanda urusan mereka sudah selesai.   “ Mas.” Ujar Pak Yaya.   “ Eh ia Pak, Saya terlalu fokus, jadi waktu ada Bapak disebelah saya, Saya pun sempat terkaget – kaget.” Ujar ijam.   “ Kenapa Mas, suka sama botol Itu?” Tanya Pak Yaya.   “ Ah, engga Pak, Saya hanya kagum saja.” Ujar Ijam.   “ Jika mau monggo ambil untuk Mas Ijam, sama seperti Krisna saja, barang yang Dia suka awalnya menolak, tapi setelah ada kejadian aneh malah mau benda itu, dan sayangnya benda itu sudah di beli sama langganan Bapak.” Ujar Pak Yaya.   “ Betul Pak, saya hanya kagum saja, tidak lebih.” Ujar Ijam malu.   “ Ya Sudah bawa saja dulu ke kamar Krisna, siapa tau Krisna yang suka dengan benda ini.” Ujar Pak Yaya.   “ Ya sudah pak, terima kasih sebelumnya.” Ujar Ijam.   “ Oh Ia Pak, bukan saya bermaksud kurang sopan, tapi langganan Bapak kenapa tidak masuk ke toko? Barang apa yang Dia cari pak?” Tanya Ijam.   “ Oh Dia,  Dia sedang mencari seseorang.” Ujar Pak Yaya.   “ Oh jadi bukan mencari benda antik ini ya Pak?” Tanya Ijam.   “ Ia Mas, Justru Dia mencari orang untuk membersihkan benda – benda miliknya yang katanya pernah di pakai untuk sihir, Dia itu kolektor benda – benda kuno , jadi ya mau tidak mau benda lama seperti ini bisa saja di isi dengan makhluk – makhluk jahat, Dan Yang Dia mau itu hanya benda matinya saja, Bukan beserta Isi ( dalam arti lain) dari benda itu sendiri.” Ujar Pak Yaya.   “ Oh Jadi benda lama seperti ini suka di isi dengan makhluk astral ya Pak?” Tanya Ijam.   “ tidak semua Mas, Hanya benda yang berhubungan dengan alat sihir biasanya, tapi tergantung juga dengan sejarah benda itu sendiri.” Ujar Pak Yaya.   “ Oh seperti itu Pak, memang sejarah seperti apa?” Tanya Ijam.   “ Ia Mas, misalkan seperti ada kejadian yang s***s , Ya besar kecilnya ada memori yang tertinggal di benda itu, dan rata – rata mereka menyumbangkan bendanya itu ke sini, dan kolektor mencari benda seperti itu, hanya saja memang harus ada orang yang bisa membersihkan, benda itu agar memori yang ada di dalamnya hilang.” Ujar Pak Yaya.   Ijam memang sangat menyukai hal – hal seperti ini, Dia tidak henti – hentinya menanyakan apa yang menurutnya asing, Ijam yang sering membaca hal seperti ini pun, mencocokkan berbagai literasi dan artikel dengan perkataan Pak Yaya dan memang, banyak kesamaan yang terjadi di dunia nyata.   Perbincangan mereka pun tidak terasa sampai matahari terbenam, tapi cuaca saat itu berubah sangat drastis, kumpulan petir seakan terus menyambar, hingga akhirnya hujan sangat deras turun, toko Pak Yaya yang sudah termakan usia pun merasakan imbasnya, bocor di setiap sudut ruangan membuat Pak Yaya kelimpungan, Pak Yaya menarik semua Barang yang Dia punya menjauh dari tembok.   “ Bagaimana Ini Mas, Kita mau pulang , malah hujan besar.” Ujar Pak Yaya.   “ Ia Pak, nanti saja Kita pulang saat hujan reda, sekarang memaksakan untuk pulang juga bahaya Pak.” Ujar Ijam.   “ Ia Mas, Mana ini tembok bocor, maklum gedung tua, apalagi terkena barang – barang ini takutnya banyak rayap,, Mas bisa bantu tolong tarik semua Barang ini.” Ujar Pak Yaya.   “ Ia Pak.” Ujar Ijam.   Ijam membantu setiap barang agar tidak terkena hujan, baik barang kecil atau pun besar, tapi saat itu hujan tidak menunjukkan tanda – tanda untuk berhenti, suasana di sana semakin di perparah dengan matinya listrik utama, seluruh penjuru kota pun menjadi gelap, suasana pun seketika menjadi mencekam, Pak Yaya dan Ijam berusaha untuk berpikir positif dan berharap agar hujan segera berhenti.   Tiap jam mereka lewati, hujan saat itu masih deras, hingga akhirnya tepat saat itu waktu menunjukkan pukul 1 malam, dan akhirnya memutuskan untuk menginap.   “ Mas, sepertinya hujan tidak akan berhenti, kita harus menginap di sini.” Ujar Pak Yaya.   “ Ia Pak, hujan sepertinya tidak akan berhenti dalam waktu dekat, Hp saya juga mati, jadi tidak bisa menghubungi Krisna untuk menjemput dan membawakan payung.” Ujar Ijam.   “ Ia Mas , lagi pula kasian Mas Kris kalau harus jemput.” Ujar Pak Yaya.   “ Pak Yaya mau tidur?, silakan saja Pak, saya yang menjaga lilin saja, takutnya habis atau terjatuh, Ya menghindari hal yang tidak di inginkan.” Ujar Ijam.   “ gak Papa Mas, lagi pula Bapak belum mengantuk.” Ujar pak Yaya.   Mereka pun sepakat untuk tidak tidur, waktu tepat saat itu menunjukkan jam 2 pagi, Pak Yaya pun sudah sangat lelah dan tidak kuat menahan kantuk, begitu juga dengan Ijam, Ijam memaksakan dirinya agar tidak tertidur, saat ijam melihat ke arah meja rias tua, di sana terlihat ada seseorang yang sedang duduk membelakangi nya, pakaiannya sangat rapi, khas noni belanda,   Ijam mengerutkan dahi.   “ Kenapa ada orang?, apa mungkin pembeli?” Ujar Ijam.     Ijam mencoba memfokuskan pandangannya, matanya tidak berkedip memastikan bahwa yang ia lihat itu memang nyata atau tidak, jarak antara Ijam dengan meja rias itu tidak terlalu jauh, kurang lebih hanya 6 sampai 7 meter dari posisi Ijam, semakin dalam , semakin jelas pula makhluk itu, makhluk itu lalu menyisir rambutnya secara perlahan dan teratur, Ijam mencoba membangunkan Pak Yaya, tapi Dia tidurnya sangat lelap.   “ Pak , Bangun Pak.” Ujar Ijam kepada Pak Yaya.    Saking terlalu lelahnya, Pak Yaya terbangun dan menghiraukan Ijam yang panik, Ijam pun merasa kebingungan, dengan apa yang harus di Lakukannya. Dengan hanya mengandalkan lilin sebagai sumber penerangan, pandangan Ijam pun sangat terbatas, Ijam Hanya terdiam memperhatikan makhluk itu, suara petir pun ikut bersautan, Doa pun tidak luput terus Ijam ucapkan dengan harapan makhluk itu segera pergi, sesekali Dia memejamkan Mata, dan saat memejamkan mata untuk ke sekian kalinya, Makhluk itu sudah tiada dari hadapan Ijam, dan begitu terkejutnya Ijam ketika melihat ke arah Pintu, Makluk itu berjalan menuju Pintu keluar, Ijam sangat panik dan akhirnya membangunkan Pak Yaya dengan mencipratkan air genangan hujan di dalam toko untuk membangun kan Pak Yaya.   “ IA Mas.” Ujar Pak Yaya sambil mencari kaca matanya.   “ Itu, itu Pak, Ada orang lain selain kita!” Ujar ijam.   “ Siapa? Tidak mungkin, mungkin Mas Ijam hanya terlalu lelah.” Ujar Pak Yaya.   “ Betul Pak, Bapak Liat saja ke depan pintu, Dia perempuan seperti jaman penjajahan dulu.” Ujar Ijam.   Pak Yaya Pun melihat perempuan itu, Pak Yaya memberanikan diri untuk mendekat, semakin dekat Diri Pak Yaya , dan tiba – tiba suara benda pecah terdengar dari sudut lain, sontak pandangan pak Yaya dan Ijam teralihkan, ketika kembali menengok ,perempuan itu sudah menghilang, dan seketika juga lampu dan listrik saat itu menyala, tapi betapa terkejutnya Ijam ketika Dia melihat di ujung jalan, peremuan itu melambai terhadap diri Ijam, dan sontak Ijam pun terus menerus membacakan doa, agar dirinya di jauhkan dari makhluk seperti itu.   “ Syukur lah Mas, Perempuan itu sudah pergi.” Ujar Pak Yaya.   “ Ia Pak, seumur – umur jantung saya tidak pernah di guncang sekuat ini, dia itu siapa Pak?” Tanya Ijam.   “ Bapak juga kurang tahu Mas, mungkin Dia hanya lewat atau entahlah, yang penting Kita segera pulang, lagi pula sudah menjelang subuh juga.” Ujar pak Yaya.   “ Ya sudah Pak, ini tempat juga harus di bereskan, banyak air yang masuk.” Ujar Ijam.   “ Sudah nanti saja Siang kita bereskan, sekarang kita pulang dan beristirahat dahulu.” Ujar Pak Yaya.   “ Tapi di luar masih gerimis Pak.” Ujar Ijam.   “ Tidak apa – apa Mas, Bapak tidak kuat menahan kantuk.” Ujar Pak Yaya.   Pak Yaya dan Ijam pun pulang ke rumah, meskipun saat itu keadaan masih gerimis, mereka berjalan dengan cepat, rasa trauma pun masih terasa saat kejadian di toko tadi, sesampainya di rumah mereka bergegas masuk dan mengunci pintu, dan ketika Ijam melihat keluar, ternyata perempuan itu masih mengikuti mereka, dia berdiam di ujung tembok dan membelakangi rumah.   “ Pak, Pak, perempuan itu mengikuti kita ke rumah ini.” Ujar Ijam .   “ lalu kita harus bagaimana?” tanya Pak Yaya.   “ YA sudah kita sekarang bersuci , lalu kita sama – sama membaca doa untuk mengusir Dia.” Ujar Ijam.   Mereka berdua bergegas bersuci, Doa pun sudah di bacakan, dan akhirnya perempuan itu pergi dan menghilang.   “ syukur lah Pak, Dia sudah pergi.” Ujar Ijam.   “ IA Syukur Mas, Oh ia Mas, Botol yang tadi di bawa atau tidak?” Tanya Pak Yaya.   “ Saya lupa Pak, nanti saja siang kita ke sana lagi, sekalian membereskan Toko , jika Bapak kecapean, biar Ijam saja sendiri yang membereskan , itu pun jika Bapak mengijinkan.” Ujar Ijam.   “ Mas Ijam tidak takut ke sana Lagi?” Tanya Pak Yaya.   “ Untuk apa harus takut Pak, kita itu lebih mulia di bandingkan mereka, jadi tidak usah takut, Jika Dia datang lagi ya kita pulang lagi Pak.” Ujar Ijam sambil tersenyum.   “ Mas Ijam bisa saja.” Ujar Pak Yaya.   “ YA sudah sekarang sudah masuk waktu subuh, Bapak ke kamar dulu ya.” Ujar pak Yaya.   “ Ia Pak, saya juga mau melakukan kewajiban saya sebagai umat beragama.” Ujar Ijam.   Kejadian ini membuat Ijam semakin dekat dan semakin tekun beribadat, ilmu - ilmu agama pun semakin di perdalam, hanya saja kejadian ini akan di rahasiakan oleh Ijam kepada Krisna, agar Krisna tidak merasa takut dan tetap fokus pada tujuan awal mereka yaitu mencari cara untuk mengeluarkan keluarga Krisna dari belenggu makhluk – makhluk asing dan mengungkap kebohongan yang di lakukan pak Sugeng.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD