LANJUTAN 39

1350 Words
Perjalanan mereka akhirnya bermuara di rumah kos milik Pak Yaya. Dengan di antar taksi mereka sampai di sana, Pak Yaya menyambut mereka semua dengan hangat, tidak ayalnya dengan yuda, sedangkan Ijam sendiri untuk sementara tinggal di rumah Bram agar Pak Dadang tidak curiga.   “ Pak, Ini Pak Yaya, pak Yaya pemilik rumah ini dan Kamar Krisna berada di lantai dua.” Ujar Krisna memperkenalkan Pak Dadang.   “ Perkenalkan Pak, jangan sungkan di sini, Krisna juga berperilaku baik di sini, Dia sangat sopan, jadi saya juga sudah merasa Dia sebagai keluarga saya sendiri,” Ujar Pak Yaya.   “ Syukur lah pak, maaf jika kedatangan Kami hanya merepotkan.” Ujar Pak Dadang.   “ Boleh Kris, antar semua ke kamar di bawah, biar ukurannya luas.” Ujar Pak Yaya kepada Krisna.   “ Ia Pak.” Ujar Krisna.  Krisna mengajak semua keluarganya ke kamar untuk beristirahat, melihat kondisi Ki Amin yang sangat lemah Pak Yaya pun menyarankan Untuk membawanya ke rumah sakit terdekat.     “ Kris, Bapak tidak tega melihat Kakekmu, mending bawa saja ke rumah sakit, dan kalau boleh tahu berapa umurnya sekarang.” Tanya Pak Yaya.   “ Sudah Pak, hanya saja medis tidak menemukan penyakit yang sesungguhnya, selama ini hanya di rawat di rumah, umur Kakek kurang lebih sudah di atas 100 tahun.” Ujar Krisna.   “ luar biasa, bisa sampai umur segitu harusnya sangat bersyukur ya, sungguh beruntung Kakekmu.” Ujar Pak Yaya Kagum.   “ Ia Pa memang, Cuma sekarang memang kondisi Kakek sangat lemah, saya sengaja bawa ke sini siapa tahu di sini ada obat alternatif untuk Kakek.” Ujar Krisna.   “ Ya sudah, tinggal saja di sini, Bapak tidak akan keberatan mau sampai kapan pun mereka tinggal, Justru Bapak sangat senang, rumah ini kembali hangat.” Ujar Pak Yaya.     “ Oh Ia Pak, bagaimana komentar teman Bapak itu soal beberapa pertanyaan kemarin?” Tanya Krisna.   “ Dia tidak menjawab apa pun Mas, Dia sepertinya sedang sibuk, dia sangat terburu - buru saat sampai di toko, mudah – mudahan hari ini dia kembal ke toko dengan waktu yang lebih luang." ujar Pak Yaya.   “ Ia Pak, gak papa, maaf selalu merepotkan.” Ujar krisna.   “ Jangan sungkan mas, ya sudah Bapak pergi dulu.” Ujar Pak Yaya.   Pak Yaya pun pergi meninggalkan Krisna dengan keluarganya, saat itu tepat jam 9 pagi, Krisna melihat Pak Yuda yang tidak bekerja, Krisna bergegas mendekati Yuda dan berbincang.   “ Pak, kenapa tidak masuk kantor?” Tanya Krisna.    “ Panjang Kris ceritanya, intinya saya pun ikut dipecat sama seperti mu.” Ujar Yuda.   “ jadi saya tidak bekerja lagi di kantor itu pak.” Ujar Krisna.   “ Ia Kris, tapi uang pesangon untuk kita masih bisa keluar.” Ujar Yuda.   Krisna sedikit kecewa dengan keadaan saat itu, dirinya merasa kebingungan untuk membayar semua tagihan termasuk sewa kamar kos, raut wajahnya pun berubah, tapi Krisna tetap mendapat semangat dari Yuda.   “ Tenang saja Kris, pekerjaan itu masih banyak di luar sana , jangan sampai Kamu terpaku hanya satu tempat saja, dan terdiam di zona nyaman seperti sekarang.” Ujar Yuda.   “ Ia Pak, memang saya juga kemarin ingin fokus dulu mengurusi keluarga saya, maafkan saya ya Pak, gara – gara saya Bapak ikut di pecat.” Ujar Krisna.   “ saya keluar bukan karena Kamu Kris, tidak ada hubungannya sama sekali, saya mengundurkan diri Kris, sebab terlalu banyak orang yang tidak satu pikiran dengan saya.” Ujar Yuda.   “ Kirain gara – gara saya.” Ujar Krisna.   “ Bukan Kris, oh Ia Kris, Kamu boelh jujur soal keluargamu?” Tanya Yuda.   “ Jujur tentang apa?” Tanya Krisna kembali.   “ soal sesuatu yang tengah melanda keluargamu.” Ujar yuda.   “ saya melihat ada sosok yang sama di rumah ini dan mengikuti kalian secara terus menerus, sebenarnya apa yang keluargamu lakukan?” Tanya Yuda.   “ Cerita persisnya saya kurang tahu Pak, yang jelas mungkin dulu keluarga saya mempunyai perjanjian terhadap orang pintar bernama Pak Sugeng.” Ujar Krisna.   “ Oh Sugeng, Ia seperti yang saya ceritakan kemarin tentang orang itu.” Ujar yuda.   “ Ia Pak, saya juga ingin menyadarkan tentang kesalahan mereka , terutama Bapak saya yang sudah sangat tergantung pada Pak Sugeng.” Ujar Krisna.   “ tergantung seperti apa?” Tanya Yuda penasaran.   “ Ia Pak, segala sesuatu harus menunggu keputusan Dia, mulai dari masalah pribadi dan masalah satu kampung, jadi seakan - akan pak Sugeng itu Raja di kampung saya.” Ujar Krisna.   “ Sangat keterlaluan sekali berarti orang itu, nanti jika ada info tentang orang itu kita saling berkabar berita saja Kris.” Ujar Yuda.   “ Pasti Pak, tapi bagaimana untuk saya dan keluarga agar setidaknya di jauhi dari makhluk itu?” Tanya Krisna.     “ Intinya jangan jauh dari sang pencipta, jika jauh mereka akan dekat, dan jika kamu dekat dengan sang pencipta maka Sosok itu juga akan otomatis menjauh dengan sendirinya, hanya saja tetap kamu harus mencari wadah atau orang sekalipun untuk menjadi tuannya yang baru.” Ujar Yuda.   “ Ia Pak , hanya saja keluarga saya sangat susah di ajak ke jalan yang benar, selalu saja ada alasan.” Ujar krisna.   “ Itu dia Kris tantangannya, sabar dan terus mencoba saja Kris.” Ujar Yuda.   Krisna sangat beruntung di kelilingi orang yang sangat peduli terhadap keadaannya, Krisna pun kembali ke kamar Pak Dadang untuk melihat kondisi mereka, mereka terlihat sangat kelelahan, sehingga kembali tertidur, Krisna pun terharu melihat mereka tertidur, hanya saja, harunya bercampur dengan amarah, bukan tanpa sebab, sosok itu terus saja mengikuti Pak Dadang dan berdiam di kamar yang sedang mereka tiduri.   “ Sosok itu, Kenapa tidak tinggal saja di kampung.” Ujar Krisna dalam hati.   Krisna pun pergi meninggalkan Pak Dadang dan yang lain , Krisna pun pikirannya kembali terbagi, pekerjaan yang menjadi andalan Krisna dalam memenuhi kebutuhan harian dirinya dan keluarga harus terhenti pemasukannya.   Layaknya buah simalakama, Krisna saat itu dalam posisi serba salah , Krisna termenung diam, Tapi Krisna mencoba menutupi kesedihannya itu, berusaha tetap tenang dan tegar, tidak lama saat Krisna terduduk di luar, telepon genggam Krisna berbunyi bertuliskan Bram.   “ Halo Kris, Kau sudah pulang?” Tanya Bram dalam telepon.   “ Ia Bang, Aku sudah pulang.” Jawab Krisna dengan nada suara yang lemah.   “ Kau ini kenapa?” Tanya Bram.   “ Aku tidak apa – apa Bang.” Jawab Krisna.   “ Kau itu tidak bisa berbohong dari Ku, Aku sudah lama kenal Kau, kau ini kalau ada masalah pasti seperti ini, Coba jelaskan.” Ujar Bram.   “ Ia Bang, kan Abang tahu kalau Saya di pecat, keluarga saya sekarang sudah di sini, untuk makan untuk bayar kamar, saya mau dari mana kalau begini.” Ujar krisna.   “ kau ini seperti hidup sendiri saja, Aku nanti carikan kau pekerjaan, untuk sekarang Kau ku beri pinjam agar Kau tidak kebingungan seperti sekarang.” Ujar Bram.   “ Yang betul Bang?” Tanya Krisna.   “ Kapan Aku berbohong, Yang penting Kau urusi dulu keluargamu, Oh Ia Satu lagi Aku mau mengabarimu soal Ijam, dia sekarang bekerja satu kantor dengan Ku, hanya saja posisi Dia sebagai anak marketing.” Ujar Bram.   “ syukurlah Bang, jadi dia ada penghasilan tetap di sini.” Ujar Krisna.   “ dia hanya bekerja satu minggu dua kali, Dia tidak mengambil kontraknya, jadi Dia tidak terikat, Aku juga kurang tahu dan kurang paham tentang watak anak Itu, tapi keputusan semua ada pada dirinya sendiri.” Ujar Bram.   “ Ia Bang, mungkin dia tidak mau terkekang, sebab Dia juga punya usaha sendiri di kampung.” Ujar Krisna.   “ Ya sudah, sampaikan salamku untuk keluargamu, nanti malam aku ingin menjenguk mereka, sekalian bertemu.” Ujar Bram.   “ Ia Bang terima kasih.” Ujar Krisna.   Perbincangan mereka pun berakhir, sedikit rasa tenang Krisna rasakan, mendapat kabar baik dari Ijam, tapi pikiran Krisna harus tetap fokus dalam mencari jalan keluar permasalahan keluarganya.    Sosok itu sepertinya mulai menyadari jika Krisna bisa melihat dirinya, Krisna lebih sering di ganggu terutama terdapat dua sosok yang sama – sama mengikuti mereka, bahkan Sosok itu lebih sering menguji dan menggoda Krisna di bandingkan dengan penghuni rumah yang lain.   Rasa penakut Krisna tidak bisa di sembunyikan, sebagai mana pun berusaha untuk kuat, Hanya saja dengan di bantu doa, Krisna perlahan namun pasti bisa mengalahkan rasa takutnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD