Sepintas teringat tentang Kakeknya Krisna di kampung beserta Ayu dan Siti yang sempat mengalami gejala sakit yang janggal, hanya saja jika Krisna menanyakan Kabar Kakek agak sulit, sebab komunikasi dengan Bapak Krisna sedang tidak baik, perbedaan pendapat selalu menjadi akar permasalahan.
Akhirnya Krisna memutuskan untuk menghubungi Ayu untuk menanyakan kabar tentang KI Amin dan Siti.
“ Gara – gara kejadian tadi pagi di kosan , Aku teringat sama kakek, dan Siti.” Ujar Krisna.
“ Aku telepon Ayu saja!” sambil mengambil HP dan pergi ke arah toilet karyawan.” Aku telepon Ayu di Toilet karyawan saja.” Ujar Krisna.
Ayu sangat dekat dengan keluarga Krisna, dan menganggap mereka sebagai orang tua sendiri, sehingga hampir setiap hari ayu selalu berkunjung ke Rumah Krisna, dan kebetulan pada saat Krisna menelepon Ayu untuk menanyakan kabar, Ayu sedang berada di rumah Krisna.
“ Ada apa Krisna telepon.” Ujar Ayu melihat HP Nya.
Ayu berjalan keluar rumah sebab Ayu tahu Krisna dan pak Dadang sedang kurang harmonis.
“ Halo Kris, apa kabar.” Ujar Ayu.
“ Ay, Aku baik di sini, Kamu di sana gimana.” Ujar Krisna.
“ Aku Baik Kris, Oh ia ada apa Kris?” Tanya Ayu.
“ Gak Ay, Aku cuman mau nanyain kabar kalian saja.” Ujar Krisna.
“ Kondisi Ki Amin masih seperti kemarin Kris, Belum ada tanda – tanda kesembuhan, Ki Amin sering meracau menyebut kata – kata panas, dan ampun , selalu seperti itu.” Ujar Ayu.
“ Kakek, pernah nanyain Aku lagi gak Ay?” Tanya Krisna.
“ Ia Kris, Ki Amin juga sering nanyain Kamu, hanya saja Pak Dadang sering bilang ke Ki Amin kalau Krisna gak akan pulang katanya? Apa benar Kris?” Ujar Ayu .
“ Gak Ay, mungkin Bapak bilang begitu agar Kakek gak nanyain Aku terus, soalnya kan posisi aku jauh jadi gak mungkin setiap hari Aku ada.” Ujar krisna.
“ ia Kris, Aku boleh ngasih saran gak?” Tanya ayu.
“ saran apa Ay?” Tanya Krisna.
“ Kamu jangan bertengkar terus sama Bapak Mu, sebenarnya Bapakmu ingin yang terbaik buat Kamu, Aku sering lihat kalau Bapakmu sering terdiam seperti memikirkan Kamu, Aku yakin Bapakmu sedang memikirkan Kamu, hanya saja ego nya yang menutupi semua itu.” Ujar Ayu.
“ Ia Ay, hanya saja lebih baik Aku untuk sementara diam saja, dan membuktikan kalau Aku mampu sukses.” Ujar Krisna.
“ oh ia Ay, kalau kondisi Siti sekarang sudah membaik?” Tanya Krisna.
“ Kalau Siti, sekarang sudah membaik bekas luka di wajahnya juga sudah mulai hilang.” Ujar Ayu.
“ Syukur kalau sudah sembuh, Aku sebenarnya ada sedikit pertanyaan, Hanya saja nanti lah Aku pas pulang saja, tidak enak kalau di telepon.” Ujar Krisna.
“ Ya sudah, nanti pas Kamu pulang kabari dulu ya.” Ujar Ayu.
“ Ia pasti, Ya sudah aku lanjut kerja dulu ya.” Pungkas Krisna.
Ada kabar baik jika Siti sudah sembuh, ada beberapa pertanyaan tentang semua kejanggalan dari yang Krisna dan keluarganya alami, tapi di sisi lain Yuda pun sepertinya memiliki kemampuan yang sama, hal itu membuat Krisna mempunyai banyak opsi untuk menjadi perbandingan dalam menyelesaikan masalahnya.
Sepulangnya dari tempat kerja, Krisna sangat bersemangat untuk segera kembali ke kosan dan menanyakan beberapa hal tentang kejanggalan yang ia alami selama ini, meskipun gangguan - gangguan yang saat ini ia rasakan belum terlalu sering terjadi.
Sesampainya di kosan Krisna melihat kalau Pak Yuda sedang duduk di teras rumah sambil melihat berkas – berkas kantor, Krisna pun ikut duduk dan spontan bertanya beberapa hal.
“ Pak Yuda, bawa kerjaan ke kosan ya?” Tanya Krisna.
“ Ia Kris, Cuma sedikit.” Ujar Yda.
“ Saya mau bertanya Pak?” Ujar Krisna.
“ Tanya apa Kris?’ jawab yuda.
“ Ini Pak, maksud Pak Yuda tadi di kantor apa ya ? soal gangguan tentang apa pak?” Ujar Krisna.
“ kamu sendiri tadi pagi pergi tergesa – gesa itu kenapa?” Tanya Yuda.
“ Saya tadi mendengar suara gaduh di kamar Pak Yuda, tapi saya gak bilang takutnya Pak Yuda takut, jadi saya berbohong pak.” Ujar Krisna.
Yuda hanya tersenyum.
“ Kenapa Pak Yuda tersenyum?’ Ujar Krisna bertanya.
“ Ini baru hal kecil Kris, intinya kamu gak usah takut, gak usah panik, mereka itu tau Kris, kalau kita takut mereka semakin berani, tapi jika kita berani mereka pun akan takut Kris.” Ujar Yuda.
“ Nah itu dia Pak, saya penakut, tapi rasa penasaran saya lebih besar, jadinya apes terus.” Ujar Krisna.
“ ya kalau seperti itu mereka pun bakal leluasa Kris mengganggu kita.” Ujar Yuda.
“ Lalu saya harus apa Pak?“ Tanya Krisna.
“ berani dan beradaptasi dengan cepat.” Ujar Yuda.
“ Saya boleh tanya satu lagi Pak, apa bapak bisa melihat mereka.” Ujar Krisna.
“ Bisa.” Jawab yuda mengangguk dan tersenyum.
“ Kalau yang di sini seperti apa Pak?” tanya Krisna penasaran.
“ yakin kamu mau tau, sekarang dia sedang berada di belakangmu loh.” Ujar Yuda berbohong.
“ Masa Pak?” sambil melihat ke arah belakang. “ Dia sedang apa Pak?” Tanya Krisna.
“ Kamu punya pengikut.” Ujar Yuda.
“ Ah serius Pak, kaya i********: saja ada pengikut.’’ Ujar Krisna.
“ Ia Kris, yang di belakang Kamu sekarang ini lidahnya menjuntai loh, pandangannya fokus ke Kamu Kris.” Ujar yuda berbohong.
“ Ah Pak, jangan nakutin gini Pak.” Ujar Krisna.
“ Ya makannya kamu harus berani Kris, saya menguji kamu ternyata memang Kamunya penakut.” Ujar Yuda.
“ Di sini aman Kris, Gak ada apa – apa, Kamu saja yang penakut.” Ujar Yuda.
Krisna mengurungkan pertanyaan soal kejanggalan yang terjadi pada keluarganya, Krisna menjadi ragu apa benar Yuda bisa membantunya mencari jalan keluar atas kejadian yang terjadi di keluarganya.
Krisna masih memilah, terhadap siapa orang yang mampu membatu mengeluarkan Krisna dan keluarganya dari masalah itu.
Pembicaraan tadi membuat Krisna membayangkan sosok yang di gambarkan Yuda, meskipun itu hanya candaan tapi Krisna selalu membayangkan Makhluk yang di sebut oleh Yuda.
“ Ah Pak Yuda, jadi saja kepikiran, lidah menjuntai, ah sudah nanti kebawa mimpi lagi.” Ujar Krisna.
Krisna tidur dengan posisi dirinya di tutupi semua selimut, dari ujung kaki ke ujung kepala, lampu kamar tidur pun sengaja ia nyalakan, dan suasana saat itu tiba -tiba sunyi, padahal waktu baru menunjukan jam 11 malam.
“ Kebiasaan kalau sudah kaya gini, gara – gara perkataan Pak Yuda, malah Aku sendiri yang ketakutan.” Ujar Krisna.
Krisna saking takutnya sengaja tidur dengan mendengarkan musik di HPnya dengan tujuan jika ada suara - suara aneh Krisna tidak mendengarnya.