Bunyi ketukan pintu menyita perhatian Aditirta. Fokusnya beralih meninggalkan tumpukan berkas. Sekretarisnya sudah ada di ambang pintu ruangan. "Bapak, ada tamu yang ingin bertemu," ucapnya. "Jam saya kosong sampai kapan?" tanya Aditirta tidak keberatan. "Sampai jam tiga sore nanti." "Yasudah, suruh segera temui saya langsung." Aditirta segera merapikan berkasnya yang semula dibaca. "Baik, Pak." Sekretarisnya lantas berlalu kembali menutup pintu tersebut. Aditirta sempat termenung sedikit menebak tamu yang dimaksud tadi. Lalu bangkit dari kursi kebesarannya menuju sofa yang ada di ruangan. Langkahnya bersamaan dengan daun pintu ruangan Aditirta terbuka lebar, menampakan sosok pria tinggi berkacamata dengan balutan pakaian formal, sama sepertinya. Kemudian, Aditirta menyambut ra

