Sinar mata Selina meredup tak memedulikan puluhan pasang mata tengah memandang kagum. Terbiasa menjadi pusat perhatian, ia pun tetap tenang melangkah tanpa beban. Seiring ketukan high heels mengalun bersamaan dengan derapnya. Jika biasanya, Selina akan membalas singkat sapaan dari beberapa kru. Namun, tidak untuk kali ini. Lebih memilih diam dalam langkahnya. "Pulang?" tanya Manager Selina tiba-tiba, setelah melangkah lebar menyamai. "Pulang sekarang." Tanpa menoleh, Selina menjawab penuh penekanan. Tak ada lagi percakapan di antara artis dan Managernya tersebut. Setelah beberapa hari sosok Selina menjadi dingin tak tersentuh. Sampai akhirnya, Selina meraih handle pintu ruangan khusus untuknya. Masih mengekor, sang Manager kembali bersua. "Nggak mau ikut gue ke acara Revan?" "Nggak

