Terlalu lama kedinginan membuat Sefrin mengigil. Saat tiba dikamar, Alden dengan seenak jidatnya malah meninggalkannya sediri disini. Sefrin menahan gemertak gigi, ia benar-benar kedinginan sekaligus kesal. Matanya terus menatap pintu berharap Alden segera datang, namun ternyata apa yang ditunggu tak kunjung datang pula. Sefrin berjongkok di samping kasur, ia menggenggam kedua tangannya erat dengan mulut yang terus meniupinya pelan berharap mendapat sedikit kehangatan disana. Sedangkan ponselnya sendiri tergeletak disampingnya, masih tak menyala. Yang ditunggu datang setelah melempar cengiran bersalah kepada Sefrin. Alden datang membawa secangkir coklat panas juga beberapa helai pakaian yang dibawa dipundaknya. "Jangan masang muka kayak gitu." Tegur Alden geli. Mlihat mimik wajah tak ber

