Sefrin menggelung rambut panjangnya, lalu menusuknya dengan sebuah pensil. Sederhana namun membuat Sefrin merasa nyaman. Cewek itu duduk di depan meja riasnya, menatap wajahnya lalu memincingkan mata. Dengan terburu-buru menarik pensil yang berada di rambutnya, lalu mengacak rambutnya kasar. Ada hal yang membuat Sefrin muak pada dirinya, perlihal sikapnya pada Alden tadi. Sungguh Sefrin merasa seperti seorang cewek yang tengah bermanja ria pada kekasihnya. Menjijikan. Sefrin beranjak lalu meminum segelas air putih yang berada di naskah meja. Menyesali hal-hal yang terjadi karena kelakuan bodohnya. Sedetik kemudian Sefrin melihat ponselnya menyala lalu muncul sebuah notif pesan. Alden : Keluar! Gue hitung sampe tiga, kalo enggak kaca kamar lo gue pecahin! Sontak saja Sefrin melotot, pada

