Yang Alden tahu Dio itu memang gila. Dan yang Alden tahu, Dewa itu benar-benar gila. Dewa mengintip kelas lewat jendela, lalu memberi kode aman bahwa tidak ada guru disana. Dengan gaya sengaknya Dewa masuk terlebih dahulu, Dio di samping Alden mencibir kelakuan Dewa. "Den, lo bawa mobilkan?" Alden mengaguk. Memandang Dio curiga. "Ntar kerumah gue yuk?" Ajak Dio. Alden menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Gue gak bisa." Jawab Alden dengan sedikit penyesalan. Dio berhenti berjalan tepat di depan pintu kelas. "Ye lo, ayo dong." Paksa Dio. "Hari ini gue ada urusan. Besok aja." "Bohong lo kan?" Alden berdecak kesal, hari ini Alden memang ada urusan. Ia harus mengantarkan Sefrin pulang, jika Alden ikut pasti Dewa dan Dio akan memonopolinya, tanpa memberi kesempatan mengantarkan Sefri

