Egosentris

837 Words

***** Keluar dari cafe Sefrin jadi bingung sendiri, sekarang sudah hampir jam sepuluh mustahil masih ada kendaraan umum yang lewat. Hujan masih turun dengan lebatnya. Dengan berat hati, Sefrin berbalik. Tidak peduli dengan kenyataan kendaraan umum tidak akan lewat, ia akan nekad pergi ke halte. Sefrin harap semoga saja ada keajaiban datang. "Pulang bareng gue, jam segini gak ada kendaraan umum." Alden menarik pergelangan tangan Sefrin. "Gue ga mau anak orang kenapa-napa." Sefrin berbalik menghadap Alden, menatap Alden tepat di mata. Hujan, malam, berdua, dan bersama seorang cowok, bukanlah kombinasi yang Sefrin pernah bayangkan akan terjadi. Alden terkesima, dan dengan kesadaran penuh melepaskan pergelangan tangan Sefrin. "Tunggu disini gue ambil motor dulu." Alden menerobos hujan me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD