Terserah

1128 Words

Sefrin memakan rotinya tenang, sesekali melirik ponselnya sekilas. Sedangkan telinganya sibuk mendengarkan ocehan sahabatnya, tentang hal yang sebenarnya kurang dimengerti olehnya. Hari ini gerimis, mungkin beberapa jam lagi bisa saja turun hujan. Musim hujan, selalu membuat Sefrin kedinginan. Aleta hari ini menjemputnya dan tidak membiarkan Sefrin membawa mobilnya sendiri. Entah apa yang Aleta rencanakan. "Rin, masa iya tuh fandom sebelah ngajak ribut mulu, nyinyir mulu kebiasaan mereka, dasar tukang sirik!" "Kerjaan mereka ngajak WAR mulu, gak tahu aja tuh orang kalo gue udah ngamuk." "Awas aja tuh orang!!!! Mulutnya gue jahit." "Untung Sehun selalu sabarin gue, jadi gue gak bertindak lebih jauh. Ah malaikat gue, adem nih hati." Sefrin mengangkat sebelah alisnya, lalu menatap Aleta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD