Berbeda

802 Words

Pulang sekolah, Alden dikejutkan dengan seorang cewek yang dengan tidak tahu malunya duduk di atas motor Alden. Alden mengepalkan tangannya kuat. Kepala Sefrin sepertinya terisi batu. Apakah cewek itu tidak tahu definisi tidak mau? Ah, Alden rasa cewek itu memang gila. "Ngapain lo diatas motor gue?! Turun!" Sentak Alden, lalu menarik Sefrin turun dari motor. "Lo kan mau nganterin gue beli seragam." Sefrin menyilangkan tangannya, sorot matanya tepat pada arah mata Alden, dengan dagu diangkat percaya diri. Menantang. "Gue bilang gak mau. Selain otak yang gak berfungsi apa telinga lo sama gak berfungsi juga heh?" Sefrin menjentikan jarinya. "Bisa jadi." Ungkapnya tanpa pikir panjang. Alden menyerah, cowok itu segera memarkirkan motornya. Sefrin dibelakang berseru heboh. "Buruan atau g

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD