Gawat! Ciara!

1010 Words

Beberapa hari yang lalu, Ciara menemui Grace Wijaya, ibunya Enrique. Wanita paruh baya yang kecantikannya tak lekang oleh waktu itu, masih berharap menjadikan Ciara sebagai menantunya. Maka, dia mengundang gadis itu ke rumah, menyuguhkan segelas teh mawar hangat yang aromanya menguar ke udara. Ciara menyeruput sedikit sambil memperhatikan wanita berdarah campuran Spanyol itu, lalu mulai mengangkat topik. "Apa yang ingin Anda bicarakan dengan saya?" Dengan tangan masih mengangkat cangkir, wanita itu menjawab, "Dekati Enrique lagi." Ciara mengernyit, kemudian tersenyum bingung. "Maksud, Anda?" "Saya memilih kamu untuk menjadi menantu saya," ujar Grace sambil meletakkan cangkir ke atas meja. "Temui dia, ajak bicara, dan beri kesempatan untuk saling mengenal lagi." Bicara memang mudah,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD