Dua Manusia Malang

1297 Words

"Cinta selalu terlihat indah di awal, tetapi mengantarkanku ke jurang penderitaan terdalam." ------- "Anita! Buka pintu!" Suara Arsen terdengar lantang memecah malam yang semakin menua. Tangan lelaki itu juga tidak berhenti mengetuk-ngetuk pintu. Rasanya-rasanya papan kayu itu hendak lepas dari engsel. Anita yang baru tertidur terbangun. Dia menghela napas pelan. Pengar di kepalanya belum hilang karena terlalu banyak menangis. Dadanya sebak karena luka yang ditorehkan Arsen tiada henti. Pria itu seolah-olah tidak memiliki hati sedikit pun sehingga tega menyakiti hati juga fisiknya. Wanita yang perutnya semakin membuncit bangkit perlahan-lahan. Bobot tubuh yang semakin berkurang membuatnya lemah. Seharusnya di usia kandungan memasuki tiga semester terakhir, bobot tubuhnya bertambah li

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD