bc

Nikah Paksa Pangeran!

book_age16+
297
FOLLOW
1.2K
READ
time-travel
forced
brave
princess
drama
comedy
bxg
royal
soul-swap
war
like
intro-logo
Blurb

Mahasiswa yang sedang stress karena keuangan tiba-tiba terlempar ke Zaman Dinasti. Disana dia tiba-tiba di paksa Menikah dengan seorang Calon Kaisar jadi dia adalah seorang Permaisuri! Akan kah dia bisa bertahan disana?

chap-preview
Free preview
1. Luna yang malang
Pada suatu hari yang cerah ada seorang mahasiswa berumur 20 tahun. Bisa di bilang ia merupakan tulang punggung keluarga. Bernama An Luna, ia adalah gadis yang sangat periang dan penuh semangat. Tetapi sekarang ia sedang kesusahan uang untuk membayar kuliahnya karena ayahnya sakit, jadi gaji paruh waktu nya di berikan semuanya kepada keluarganya untuk membayar pengobatan ayahnya. "Bagaimana ini?kalau begini aku tidak bisa ujian" Luna sangat gelisah sekali. Disaat Luna sedang gelisah, datanglah teman dekat Luna yang sangat baik sekali kepada nya bernama Jinna. "Luna?kamu kenapa?" Tanya Jinna. "Hai Jinna, ini." Luna memberikan kertas yang sedang dipegang olehnya. "Ah ini, bukannya kamu baru gajian 2 minggu yang lalu?" Tanya jinna. "Jinna ayah ku sakit, aku mengirimkan semuanya pada minggu lalu kepada orang tuaku" kata Luna. "Ah ya sudah kamu pakai saja uangku dulu." Kata Jinna kepada Luna. "Ah jinna?benarkah? Ah tidak-tidak" Luna sangat tidak enak sekali kepada Jinna. "Tidak Luna kamu tenang saja, aku tidak ingin kamu tidak mengikuti ujian." Jinna sangat tidak tega melihat Luna. "Jinna benarkah? Makasih banyak Jinna." Luna menangis sambil memeluk Jinna. "Ah kamu tenang saja luna, aku tidak apa-apa malah aku sangat senang bisa bantu kamu." Kata Jinna. "Kamu memang sahabat terbaik ku Jinna." Luna sangat terharu. "Hehe tenang saja, yauda kalau gitu aku mau pergi dulu ya." Jinna Pamit pergi. "Ah iya Jinna hati-hati ya." Jawab Luna.  Jinna pun pergi dan selepas peninggalan Jinna, Luna pun pergi untuk pulang ke rumahnya. Di perjalanan Luna mendapatkan telepon dari mamanya. *Mama is calling* Mama : "Hallo Luna?" Luna : "Iya ada apa ma?" Mama : "Kamu sedang apa?" Luna : "Aku, otw pulang kerumah ada apa?" Mama : "Kamu kapan gajian?" Luna : "Gajian? baru kemarin kan aku gajian dan aku kirim semua nya kepada kalian" Mama : "Luna sekarang ini kita sedang butuh sekali untuk pengobatan ayah mu lagi" Luna: "Uang yang kemarin?" Mama : "Tidak cukup Luna" Luna : "Lina? bukankah ada Lina?" Mama: "Ia tidak bekerja,ia fokus untuk pendidikannya" Luna : "Ma dia adalah kakakku, Mengapa aku bekerja Sedangkan Dia tidak?" Mama : cLuna kalian berbeda" Luna : "Mengapa mama sangat pilih kasih, kalian tau aku hampir tidak bisa ikut ujian karena tidak ada uang untuk bayar kuliah ku, aku memakai uang teman ku untuk bayar kuliah ku" Mama : "Jadi kamu tidak rela uang kemarin kami pakai?" Luna : "Bukan begitu ma tap-.." *Mama Luna mematikan teleponnya.* Di sisi Luna. "Ah mengapa menjadi seperti ini?" Luna berjalan sambil menangis, air matanya berlinang. Tiba-tiba ada yang menghampiri Luna. "Luna?" Siapa lelaki itu. "Rui?" Sapa luna balik. "Kenapa kamu nangis?" "Ah nggak, aku nggak nangis kok." Jawab Luna berbohong. "Jangan berbohong Luna aku tau kamu nangis" kata Rui karena ia tahu Luna berbohong. "(..Jika aku berkata aku ada masalah dengan uang, Nanti aku akan menyusahkannya..)" Kata Luna berkata di dalam hati. "Ah iya hehe aku menangis,karena..." Kata Luna. "Kenapa ada apa?" Rui bertanya dengan sedikit cemas. "Ah sebenarnya hanya masalah sepele saja, aku belum mengumpulkan tugas hehe." Kata Luna. Luna tidak berbohong karena selain sedih memikirkan uang ia juga lagi sedih karena, banyak sekali tugas yang belum ia kumpulkan. Karena luna banyak sekali bekerja paruh waktu di samping ia bekerja di toko pengiriman barang. "Aku bisa membantumu Jika kamu mau" tawar Rui. "Benarkah?!" Luna sangat senang sekali. "Iya, mari kita berjumpa di kafe dekat taman oke? Aku menunggu mu jam 7 malam." Ajak Rui. "Oke makasih ya." Luna sangat senang sekali. "Kamu tenang saja Luna, baiklah kalau begitu aku akan pergi dulu" dan Rui pun pergi. "Baiklah rui gati-hati." Balas Luna. Setelah itu Luna pun pulang ia akan mandi, dan bersiap pergi lagi untuk mengerjakan tugas tersebut dengan Rui. ~~ "Ah akhirnya sampai" Luna duduk di salah satu kursinya iya telah sampai di rumah. "Ah aku mau ngumpulin buku tugas yang mau di kerjain dulu, terus mandi." Kata luna. "Yang Ini,ini,ini." "Ah ini juga." Setelah Luna memilih buku ia langsung bergegas mandi. Setelah selesai semuanya Luna langsung bergegas berangkat lagi karena ia akan bertemu dengan Rui. ~~ "Rui dimana?." Ia telah sampai di kafe. "Sepertinya dia belum sampai." Luna pun duduk di di salah satu bangku di dalam kafe tersebut. Hanya berselang 5 menit, yang di tunggu-tunggu pun akhirnya datang. "Luna maaf kan aku lama." Kata Rui. "Rui,nggak apa-apa aku juga baru datang hehe " Kata Luna. "Yaudah kalau gitu ayok kita kerjain langsung." "Ayo,btw makasih banyak ya udah mau bantuin aku" Luna berterimakasih kepada Rui. "Iya Luna gapapa kok tenang aja."Jawab Rui. Dan mereka pun mengerjakan tugas bersama-sama sampai jam 8 Malam. ~~ "Ah akhirnya selesai juga, Rui makasih banyak." Luna benar-benar lega sekarang. "Sama-sama Luna, ah iya kamu pulang sama siapa?" Tanya Rui. "hmm.. aku jalan kaki saja" jawab Luna. "Ini udah malam Luna" kata Rui. "Tidak apa Rui aku bisa pulang sendiri, rumahku dekat." Jawab Luna. "Kamu Yakin Luna?" Rui mencemaskan Luna. "Tidak aku tidak apa apa." Jawab Luna. "Ya sudah aku pulang dulu bye bye" dan Luna pun meninggalkan Rui. Luna pun pulang dengan jalan kaki karena memang tidak jauh dari rumah Luna. (FYI: Luna tinggal di tempat seperti Apartemen kecil yang sangat sederhana.) "Eh?." "Apa itu?." Luna melihat sesuatu di atas, Ia melihat ada orang yang seperti akan lompat dari atap rumah. "HEI KAU TURUN!" Teriak Luna. Luna pun langsung bergegas naik menaiki tangga yang ada disana. Setelah sampai di atas. "Hei, ada apa?apa masalahmu?" Tanya Luna kepada orang tersebut. "...", Orang tersebut tidak menjawab ia hanya diam. "Hey tenang dulu." "Ceritakan, masalahmu ayo!" Luna mencoba mendapat kepercayaan orang tersebut. "..." Namun orang itu juga hanya diam saja. "Hei dengar kan aku, aku juga sedang susah." "Susah sekali kau tau aku harus cari uang buat biaya ayahku yang sedang sakit." "Aku bayar kuliah pun meminjam uang teman ku." "Gajiku sebulan hanya 5 juta." "1 juta untuk rumah, 1 juta lagi untuk makan, 2 juta untuk ku kirimkan kepada keluarga ku, sisanya aku simpan atau untuk bayar sekolah." Disaat genting seperti ini Luna masih bisa-bisanya curhat kepada orang tersebut. "Hei tenang lah, aku sangat susah sekarang benar - benar sangat susah tapi jiwa semangat hidupku sangat tinggi." Diam-diam luna menghampiri orang tersebut dan Luna mencoba menarik orang tersebut. Ia berhasil menarik orang tersebut, akan tetapi.. "AKKKKKKKKKK...." Ya, Luna terjatuh. Luna terjatuh saat ia mencoba menarik Orang tersebut.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Kali kedua

read
221.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.1K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
43.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.9K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook