“Hanya perasaan Ibu saja. Insyaallah semua baik-baik saja,” tutur Rasyidah. Kusnul mengangguk lemah, tetap merasa ada yang mengganjal. “Semoga. Kalau Ivone menerima, titip dia ya, Bu. Tolong jaga dia.”. “Insyaallah, insyaallah.” *_* “Iv Bakery” adalah nama toko roti yang sudah bertahun-tahun dikelola Kusnul dan menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga. Sekarang menjadi sumber pokok setelah suaminya meninggal. Jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Kadang jika libur, Ivone dan Kusnul memilih berangkat dan pulang dengan berjalan kaki sekalian olahraga. Sam dan Ivone tiba di sana setelah selalu berdebat ketika di mobil. Sam melihat-lihat isi etalase. Pria itu agak geli dengan nama toko yang dinilai terlalu norak. “Siapa, Mbak? Pacar baru?” goda Yuni, karyawan toko kue pada Ivon

