Ivone menampilkan wajah ngeri sambil bergidik. “Demi Allah saya merinding seketek-ketek.” Tawa Sam pecah mendengar kalimat terakhir Ivone. Bagi Ivone, itu kalimat biasa, tetapi entah bagian mana yang lucu dan membuat pria itu tertawa. Diam-diam, Ivone melirik pada pria di sampingnya ini. Dilihat dari sisi mana pun, Sam memang tampan. Bahkan sangat tampan. Wajah pria itu menyimpan pesona khas lelaki Timur Tengah. Tegas, tetapi memikat. Rambut hitamnya ditata rapi dengan volume di bagian atas, memberi kesan gagah dan berwibawa. Alisnya tebal, seolah melukiskan ketegasan tatapannya yang tajam dan dalam. Hidungnya mancung, selaras dengan garis wajah yang tegas, tetap lembut dipandang. Senyap, tanpa perlu banyak kata, ketampanannya seakan menyiratkan kharisma yang sulit diabaikan. Sebuah p

