“Akan saya jawab, tapi saya mau salat Subuh dulu,” putus Ivone. “Tolong carikan saya mukena.” Sam berjalan, keluar pintu tanpa berkata apa pun. Meninggalkan Ivone sendiri di kamar. Ivone terpejam, mengembuskan napas panjang. Seumur hidup, inilah fase ketakutan terhebat yang pernah dirasakan. Sekarang, ia dalam kendali seorang sindikat perdagangan organ ilegal. Dirinya masuk dalam permainan berbahaya, cengkeraman mafia. Lalu yang menggantikan pakaiannya semalam? Mungkinkah Sam sendiri? Ivone bergidik ngeri. Ivone mencoba turun dari ranjang. Ia tidak merasakan apa pun, rasa perih atau tidak nyaman misalnya di area sensitif. Itu artinya, Sam benar-benar tidak menyentuhnya. Mungkin ... dan semoga saja. Hanya saja, masih terasa nyeri di pergelangan kaki. Wanita ayu itu lalu berjalan pela

