18. Balaskan Dendam Saya

1079 Words

“Tidak, Bu. Demi Allah tidak pernah! Baru kali ini!” sanggah Sam. Pria itu mulai waswas, takut Ivone bicara banyak untuk mengadu. Sementara di pelukan Rasyidah, Ivone masih menangis tersedu-sedu. Ia merasa bersyukur, ada ibu peri yang sejenak menyentuh tombol ‘pause’ sebelum nyawanya melayang. “Jangan bohong! Meskipun kamu majikan Ibu, tapi jangan lupa juga kalau aku ini ibumu. Katakan, siapa wanita ini? Kenapa sampai menangis begini?” “Dia ... dia pacar, Bu.” Ah, lidah dan otak Sam tidak bisa diajak kerja sama. Otak meminta apa, justru yang terucap adalah kata pacar. “Pacar siapa!” “Pacar saya. Dan ... semalam dia dalam bahaya. Makanya saya bawa ke sini. Tapi kami tidak melakukan apa pun!” Rasyidah melonggarkan pelukan. “Beneran, Nak?” Ivone diam, hanya menangis. Ia tidak menga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD