“Ray akan baik-baik saja. Percaya padaku, Anwa.” Anwa menoleh ketika mendengar kalimat yang diucapkan oleh Ansell, pria itu tepat berada di sampingnya mengenggam tangannya. Ia tidak bisa tak terenyuh ketika melihat bagaimana keadaan suaminya itu sekarang. Ansell harusnya menenangkan dirinya sendiri terlebih dulu alih-alih menenangkannya. Mereka saat ini tengah di perjalanan menuju Rumah Sakit, tempat dimana sekarang Rayyan tengah dirawat. Baik Ansell maupun Anwa masih belum mengetahui kejadian yang membuat bocah itu kini terbaring disana. Keduanya baru saja tiba di Bandara mengenakan pesawat pribadi milik Ansell. “Pasti.” Anwa mengangguk dengan mata berkaca. Wanita itu meneguk ludahnya pelan ketika merasa tenggorakannya terasa tercekat. “Ray anak yang kuat, Ray pasti akan bersama kita l

