“Ansell, sudah dua hari ini kamu belum tidur. Hari ini istirahat dulu ya? Alvaro ada disana menemani Ray.” “Tapi, bagaimana kalo Ray bangun dan kita enggak ada disana, Anwa?” tanya Ansell dengan wajah lelah yang begitu tercetak di wajahnya. Pria itu sudah beberapa hari ini tidak tidur karena menunggui Rayyan. Anwa yang mendengarnya mengerti jika Ansell ingin menjadi orang pertama yang dilihat adiknya ketika bangun dari koma tapi sebagai seorang yang menemaninya, ia yakin pria itu akan tumbang setelahnya. “Ray bisa menunggu, Alvaro pasti mengabari kita.” “Tidur sebentar saja ya?” pinta Anwa sedikit memelas membuat Ansell yang melihat itu sontak mengingat bahwa bukan hanya dirinya sendiri yang mengkhawatirkan Rayyan, Anwa pun sama apalagi ditambah pasti wanita itu mengkhawatirkannya. “Ma

