“Dokter, apa yang sebenarnya terjadi dengan Ray?” Anwa merasakan genggaman tangan Ansell padanya mengerat, dapat ia rasakan bahwa laki-laki itu saat ini tengah khawatir mengenai kondisi Rayyan yang membuat para Dokter masuk ke ruangannya untuk mengambil tindakan. Dokter perempuan yang menangani Ray itu tersenyum. “Ray telah bangun dari komanya.” Ansell sontak menatap ke arah isterinya yang telah menangis haru. Keduanya sedikit bisa bernafas lega sekarang, tapi genggaman tangan mereka semakin menguat seolah mengatakan mereka melewati ini bersama. Ah, Ansell merasakan matanya memanas, tidak ia sangka bahwa dirinya bisa melalui semua ini. “Tapi, kami masih harus melakukan pengecekan lebih dalam untuk kondisi Ray saat ini. Berat kami menyampaikannya, namun ada kemungkinan jika Ray mengalam

