“Pak Ansel, ada Pak Alvaro sudah menunggu di dalam.” Ansell melirik jam dipergalangan tangannya ketika mendengar ucapan Sekretarisnya, ia yang baru saja kembali dari pertemuan dengan klien yang cukup alot sehingga terpaksa kembali ke kantor pukul lima sore, mengerutkan dahinya ketika mendapat tamu tak diundang. Ah, padahal Ansell ingin segera cepat sampai di rumah, namun karena klienya tadi telah menyutujui rencana kerja mereka, maka Ia akan dengan senang hati menghadapi sahabatnya itu. Ansell membuka pintu ruangannya dan menemukan sosok Alvaro sedang duduk di kursi kerjanya sambil memandang ke arah kaca transparan yang menjadi ganti dinding ruangannya. Sepertinya sang tamu tak menyadari bahwa sang pemilik ruangan kini telah kembali dan sedang mengambil segelas air mineral botol. Omong

