Galau 21.1

1613 Words

 Sambil melihat-lihat ke seluruh penjuru rumah ini, hatiku menghangat ketika membayangkan nantinya aku, Daffi dan keluarga kecil kami akan tinggal di rumah ini. Bangunan rumahnya tidak terlalu besar, tapi cukuplah. Halamannya lah yang cukup luas. Jadi menyenangkan bisa melihat anak-anakku nanti berlarian di halaman seluas itu. Namun ada suatu hal yang mengganggu pikiranku setelah sampai di rumah ini. "Alika tau soal rumah ini, tante?" tahu-tahu aku bertanya seperti itu. Aku tahu pertanyaan seperti itu cukup lancang untuk ditanyakan. Namun aku nggak bisa mengontrol rasa penasaranku. Ibunya Daffi mengeleng cepat. "Enggak. Udah nggak usah ngomongin Alika lagi. Mending ngomongin tentang kamu dan keluarga kamu aja," kata ibu Daffi lalu mulai bertanya soal latar belakang keluargaku. Sambil m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD