Galau 22

1848 Words

Pagi ini aku berangkat ke kantor dengan pikiran berkecamuk. Bayangan gumpalan darah yang keluar dari dalam tubuhku kemarin terus menghantuiku. Membuat aku nggak bisa tidur semalaman. Hal tersebut berimbas pada suasana hatiku pagi ini. Berangkat kerja dengan muka paling masam sepanjang bekerja di kantor ini. Semua orang yang menyambut kedatanganku dengan senyum dan tawa hanya aku balas dengan senyum tipis. "Kamu kenapa?" tegur mas Toni saat aku membuat secangkir kopi sebagai pengganjal mataku yang mengantuk berat pagi ini. "Nggak apa-apa," jawabku dingin. Kemudian duduk sendiri di balkon. Aku merasa sepertinya akan menghadapi hari yang buruk hari ini. Perutku serasa bergejolak saat berpapasan dengan tim audit yang wajahnya seperti siap memangsaku hidup-hidup. Semenjak Aily resig

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD