Wanita Yang di Dalam Mimpi Emran

1285 Words

Sabtu Pagi – Rumah Irfan Udara pagi itu begitu segar, langit membentang cerah tanpa sehelai awan pun. Halaman belakang rumah Irfan telah disulap menjadi taman kecil yang nyaman dan asri. Aroma daging panggang dan roti menguar memenuhi udara, bercampur dengan suara tawa anak-anak yang bermain tanpa beban. Qisya duduk di bangku taman, memangku Zidan yang tengah menikmati potongan roti panggang dengan selai cokelat. Di dekat meja taman, Melia dan Aura sibuk menyiapkan minuman, wajah mereka bersinar dalam kebersamaan yang hangat. Emran berdiri di samping Irfan yang tengah memanggang sosis di atas panggangan listrik. Irfan tampak berseri-seri pagi ini, senyum hangat tak pernah lepas dari wajahnya sejak para tamu datang. "Senang sekali kalian bisa main kemari. Sudah lama aku memimpikan suasa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD