Setelah mengecek bahwa Zidan sudah lelap tertidur, Qisya pindah ke sebelah suaminya. Emran sedang berbaring sambil menonton acara lewat ponselnya. "Mas," panggil Qisya yang kini sudah berbaring disebelah Emran. Emran dengan segera menyimpan ponselnya dan memberi waktu pada istrinya yang kini sepertinya sedang ingin berbicara sesuatu. "Iya sya?" jawab Emran dengan nada lembut. "Menurut ku, sepertinya ada sesuatu yang membuat Lisa gagal nikah." Ucap Qisya dengan serius pada suaminya. Emran mengernyit binggung menatap Qisya. "Maksud kamu?" "Iya ada sesuatu yang berada di dirinya." "Hantu?" "Aku tidak tahu pasti. Tetapi sepertinya ada sesuatu yang menghambatnya." Qisya begitu yakin dengan apa yang baru saja ia katakan pada suaminya. Karena, menurut Qisya, tidak masuk akal berk

