95, Lisa 1

1006 Words

Jam menunjukan pukul setengah tujuh. Emran sudah rapi untuk berangkat kerja. "Kamu enggak mau izin buat istirahat dulu mas?" Tanya Qisya yang muncul dari balik pintu kamar. "Enggak sayang. Bagaimana pun juga, aku harus kerja." Jawab Emran sambil merapikan kerah kemejanya. Sebenarnya, Qisya tidak mengizinkan Emran untuk bekerja. Karena, semalam saja suaminya itu pulang larut malam bersama abang sepupunya, Irfan. "Aku sudah cukup istirahat kok. Tenang saja." lanjut Emran sambil mencium kening istrinya sebelum berlalu pergi. *** Pagi ini suasana cafe belum terlalu ramai. Sepertinya Irfan juga belum datang ke cafe. Emran hanya melihat Dion yang duduk termenung seperti sedang memikirkan sesuatu. Emran berjalan menghampiri adik iparnya. Bahkan kedatangan Emran pun tidak di sadarinya. Be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD