109, Surabaya 4

1103 Words

Zidan bersandar di pangkuan Qisya sembari mendengarkan dongeng kesukaannya yang dibacakan oleh sang ibu. Anak itu memang sangat suka dibacakan dongeng pengantar tidur. “Ma, kapan kita pulang?” tanya Zidan sambil mendongak menatap Qisya. “Aku rindu rumah,” imbuhnya dengan bibir yang manyun. Qisya mengusap lembut pipi anaknya. “Iya, sabar ya. Besok kita pulang setelah Mama ikut seminar,” jawabnya dengan lembut. Zidan menghembuskan napas berat. “Huftt, lama ya, Ma,” keluhnya. “Tidak lama kok, Zidan. Lebih baik kamu tidur dulu ya, biar cepat ganti harinya,” pinta Qisya yang disetujui oleh Zidan. Zidan merebahkan tubuhnya dan Qisya segera menyelimuti tubuh anaknya. Tidak butuh waktu lama, anak itu telah tertidur pulas dengan boneka kecil yang berada di pelukannya. Pandangan Qisya beralih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD